Artikel Terbaru

St Vitalianus: Paus Hakim Tertinggi Gereja

St Vitalianus: Paus Hakim Tertinggi Gereja
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Kala Gereja digoncang Bidaah Monothelitisme, ia memegang teguh ajaran Gereja dan berdiplomasi dengan Kaisar Konstantinopel. Ketegasan sebagai Hakim Tertinggi Gereja ia gunakan menyelesaikan banyak masalah Gereja.

Seorang putra asal Segni, Campagna (Italia) naik takhta sebagai Uskup Roma, 30 Juli 657. Putra Anastasius ini bernama Vitalianus. Ia dikonsekrasi sebagai Patriark Barat menggantikan Paus Eugenius I (654-657) yang wafat pada 2 Juni 657.

Sebelum menduduki Takhta St Petrus, kehidupan Paus Vitalianus tak banyak diketahui. Bahkan kapan ia lahir pun tak ada keterangan sama sekali.

Sebagai Paus baru, Vitalianus mengikuti jejak pendahulunya, yang telah berusaha menjalin hubungan baik dengan Konstantinopel. Saat itu, Konstantinopel dipimpin Kaisar Konstans II (641-668). Jalur diplomasi ini ditempuh sebagai salah satu jalan menyelesaikan Bidaah Monothelitisme. Oleh karena itu, Paus Vitalianus mengirimkan delegatus ke Konstantinopel untuk memberitahukan tentang pengangkatannya sebagai Uskup Roma. Ia juga memberitahukan pengangkatannya sebagai Patriark Gereja Latin kepada Patriark Gereja Timur, Petrus (654-666).

Kaisar Konstans II menanggapi terpilihnya Paus baru dengan senang hati. Ia mengirimkan sebuah Alkitab yang sampulnya dihiasi dengan hiasan emas dan aneka batu mulia. Patriark Petrus juga membalas surat Paus Vitalianus, meskipun dengan nada yang mengindikasikan keyakinannya tentang kebenaran paham Monothelitisme. Namun, Sang Patriark tetap membuka diri terhadap hubungan baik antara Takhta St Petrus di Roma dan Takhta St Andreas di Konstantinopel. Tak mengherankan jika Vitalianus menjadi satu-satunya Paus sejak masa Paus Honorius I (625-638) hingga Paus Agatho (678-681) yang namanya muncul dalam lukisan yang menghiasi altar di Gereja Binzantium. Padahal ada delapan Paus yang bertakhta antara Paus Honorius I dan Paus Agatho. Namun, nama Paus Vitalianus sempat dihilangkan pada masa Patriark Theodorus I (677-679). Pasca Konsili Konstantinopel III (680-681), nama Paus Vitalianus ditulis lagi di Gereja Binzantium oleh Patriark Giorgius I (679-686).

Visitasi Kaisar
Paus Vitalianus berhasil menjalin relasi baik dengan Kaisar Konstans II. Sang Kaisar akhirnya datang berkunjung ke Roma pada 5 Juli 663. Ia menghabiskan waktu selama 12 hari di Roma, sembari melakukan propaganda melawan Bangsa Lombardia. Kedatangan kaisar itu disambut meriah oleh Paus dan para klerus di Roma. Tak ketinggalan, sang kaisar telah membawa buah tangan istimewa untuk Bapa Suci. Ia membawa pallium yang terbuat dari emas. Pallium ini diberikan kepada Paus dalam sebuah Misa di Basilika St Petrus. Selama kaisar singgah di Roma, banyak waktu dihabiskan bersama Paus.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*