Artikel Terbaru

Bonus Plus-Plus dari KKMK

Peserta Rapimnas XXVIII KKMK Indonesia.
[HIDUP/Marchella A. Vieba]
Bonus Plus-Plus dari KKMK
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comBanyak plesetan tentang KKMK, mulai dari Kasak Kusuk Mencari Kekasih hingga Ke sana Ke mari Mencari Kristus. Ragam penyebutan itu kian membuktikan ada bonus plus-plus jika bergabung dengan KKMK.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komunitas Karyawan Muda Katolik (KKMK) periode 2014-2016, Irene Ratripanca Saptatri resah.Tak ada satu peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-28 KKMK Indonesia berani menerima tongkat estafet kepemimpinan. Padahal agenda utama pertemuan dua tahunan itu adalah pemilihan Sekjen baru.

Irene mahfum, tanggung jawab sebagai penggawa utama KKMK Indonesia berat. Koordinasi program karya dengan KKMK tiap daerah merupakan salah satu kuk yang dipikul seorang Sekjen. Demi menjalankan peran itu, Sekjen KKMK tak jarang blusukan ke daerah. Itu tak mudah karena biaya perjalanan Sekjen berasal dari kocek pribadi.

Bercermin dari pengalaman, mantan Koordinator Umum (Kordum) KKMK Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) itu mengajak 38 peserta dari 12 Keuskupan di Indonesia untuk mengusulkan program karya dan meminta komitmen dukungan. Selain itu, ia berharap KKMK Keuskupan membantu biaya perjalanan Sekjen. Mekanisme yang dibangun Irene terbukti ampuh. KKMK Indonesia punya Sekjen baru.

Kemandirian
Kordum KKMK Keuskupan Manado Andi David Hayati tak menyangka dirinya didapuk sebagai Sekjen baru dalam Rapimnas di Hotel Bunga-Bunga, Jakarta Pusat, pertengahan September lalu. Padahal KKMK Manado menjatuhkan pilihan kepada Irene. Namun Keuskupan lain justru menjagokan pria kelahiran Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 15 Agustus 1981 ini sebagai calon nahkoda KKMK Indonesia periode 2016-2018.

Andi dikenal sebagai “Mr I”, karena kerap melancarkan interupsi. Sayang, di Rapimnas Jakarta, ia tak bisa berkutik. Sebagai pemimpin sidang, Andi tak bisa menginterupsi, termasuk ketika namanya masuk bursa Sekjen. Ia hanya bisa memberi usul.

Andi bisa saja tak terpilih jika ia tak datang ke Jakarta, seperti keinginannya semula. Alasannya, ia menjadi panitia usaha dana untuk kegiatan Indonesian Youth Day 2016. Rencana itu kandas lantaran koleganya di KKMK mendesak sang Kordum wajib ikut. Andi tak berkutik.

Andi mengakui, KKMK belum terlalu dikenal di sejumlah daerah. Karena itu, ia bersama rekan-rekannya ingin merampungkan laman sebagai pusat data. Sarana itu bisa menjadi sarana informasi dan promosi tentang KKMK. Laman itu juga dirancang seperti “pasar” sehingga anggota KKMK bisa menjual produk-produk mereka. Dari situ ada bonanza yang bisa dipetik untuk kegiatan KKMK Indonesia.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*