Artikel Terbaru

KKMK, Ke Sana Ke Mari Mencari …

Anggota KKMK St Arnoldus Bekasi melakukan Flash Mob saat lustrum ke-4 di sekolah Budi Luhur Bekasi.
[HIDUP/Yanuari Marwanto]
KKMK, Ke Sana Ke Mari Mencari …
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comKomunitas ini menjadi wadah bagi karyawan, profesional, dan pengusaha muda Katolik. Tiga pilar yang diusung adalah spiritualitas, sosialitas, dan profesionalitas.

Ketika mendengar singkatan KKMK, orang kerap berseloroh, “Ke sana Ke mari Mencari Kekasih.” Ada pula yang mengatakan, “Kalau Kangen Mari Kumpul.” Romo Ignatius Ismartono SJ, penggagas dan moderator pertama KKMK Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), membuat kepanjangan berbeda, yakni “Ke sana Ke mari Mencari Kristus”.

Apapun seloroh tentang komunitas ini, KKMK merupakan ruang bagi para pekerja, profesional, dan pengusaha muda Katolik untuk mengembangkan diri dan karier. “Menurut saya, tidak ada salahnya berkomunitas. Lalu jika akhirnya bertemu jodoh di sana, ya itu bonus. Tujuan utamanya untuk mengembangkan diri,” ungkap Koordinator Umum (Kordum) KKMK KAJ 2016-2018, Vivo Addio Sukayamo.

KKMK KAJ merupakan KKMK pertama yang digagas. Komunitas ini berawal dari kegiatan rekoleksi yang dihadiri 60 karyawan muda. Dari kegiatan itu, Romo Ismartono dan beberapa orang memprakarsai terbentuknya KKMK: Markus Gatot Subiyakto (Ketua KKMK KAJ pertama), Elizabeth Wong, Tony Sardjono, Detje Budiarto, Alex Dungkal, dan Hendriani.

Setelah mendapat izin dari Uskup Agung Jakarta kala itu Mgr Leo Soekoto SJ, Kelompok Karyawan Muda Katolik pun diresmikan pada 4 November 1984.Peresmian ini bertepatan dengan Misa Kaum Muda se-KAJ di Aula Gereja St Theresia Menteng, Jakarta. Hadir dalam perayaan Ekaristi ini 200 karyawan muda Katolik.

Pada perayaan perak KKMK, Uskup Agung Koadjutor Jakarta saat itu Mgr Ignatius Suharyo mengusulkan adanya perubahan nama dari Kelompok Karyawan Muda Katolik menjadi Komunitas Karyawan Muda Katolik. Perubahan nama ini diteguhkan juga dalam pertemuan kelompok kategorial di bawah wadah Pertemuan Mitra Kategorial (Pemikat).

Geliat KKMK
Seiring waktu, KKMK berkembang di berbagai paroki se-KAJ dan keuskupan-keuskupan di Indonesia, serta unit-unit kota. Saat ini, di KAJ sendiri ada sekitar 20 Paroki yang sudah memiliki KKMK atau komunitas serupa yang berafiliasi dengan KKMK KAJ. Hubungan KKMK KAJ dengan KKMK paroki bersifat konsultatif. “Belum semua KKMK Paroki aktif berkegiatan. Hal ini dikarenakan regenerasi kurang berjalan,” ujar Kordum KKMK KAJ, Vivo.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*