Artikel Terbaru

Maria Menurut Islam

Maria Menurut Islam
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comKita menghormati Maria karena ia adalah Ibu Yesus. Seorang sahabat yang beragama Islam mengatakan bahwa mereka menghormati Maria sudah sejak kelahirannya, bukan hanya sebagai Ibu Yesus. Dalam hal kesucian Maria, apakah umat Islam lebih menghormati daripada kita?

Aloysia Diana Luciawati, Solo

Pertama, memang benar bahwa Alquran menjunjung tinggi Miryam (nama Arab dari Maria) sejak kelahirannya. Miryam telah dipersembahkan kepada Allah sejak dari dalam kandungan ibunya, Hana (3:35 “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan anak yang dalam kandunganku ini kepada Engkau, menjadi hamba yang taat kepada-Mu…). Dia dan semua keturunannya akan dilindungi dari setan (3:36 “Sesungguhnya aku telah menamakannya Maryam, dan aku memohon perlindungannya dan keturunannya kepada Engkau dari setan yang terkutuk”). Karena itu Allah telah menerimanya dengan baik dan menjamin pendidikan dan kesejahteraannya (3:37). Allah telah memilih dan memurnikan dia dari segala aliran sesat dan memilih dia dari antara semua perempuan di dunia ini (3:42 “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih engkau atas sekalian perempuan yang ada di dalam alam”). Semua ini menunjukkan bahwa Alquran sangat menjunjung tinggi Miryam bahkan sebelum saat pengandungan anaknya, Nabi Isa.

Kedua, tindakan Hana (ibu Miryam) mempersembahkan anaknya (3:35) dan doa Hana memohon perlindungan atas Miryam dan segala keturunan dari setan yang terkutuk (3:36), mengingatkan kita pada dogma Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa. Dogma ini memang baru dinyatakan pada 8 Desember 1854, tetapi penghormatan kepada Maria sebagai yang bebas dari dosa sudah bisa ditelusuri akarnya pada abad-abad awal. Keyakinan bahwa Maria murni dari segala dosa sudah bisa ditemukan pada tulisan awal para Bapa Gereja. Jadi, tidak benar bahwa kita yang beragama Katolik ini kurang menghormati Maria dibandingkan saudara-saudari kita yang Islam. Demikian juga, Maria sudah dipandang suci juga sebelum mengandung Putranya.

Ketiga, kesucian Miryam ini terus ditunjukkan dalam pengandungan Putranya, Isa. Maria mengandung bukan dari benih pria karena persetubuhan, tetapi dengan kalimat yang datang dari Allah: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan perkataan (perintah) dari Allah, namanya Almasih. Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan salah seorang daripada orang-orang yang dekat kepada Allah” (3.45).

Pertanyaan Miryam membuktikan kesucian hatinya, “Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mendapat seorang anak, sedang aku belum pernah disentuh oleh manusia” (3:47; bdk 19:16-21). Pujian atas kemurnian Miryam muncul di tempat lain: “Dan (ingatlah berita Miryam) yang memelihara kehormatannya maka Kami tiupkan kepadanya roh Kami, dan Kami jadikan dia bersama putranya sebagai bukti (kekuasaan Allah) bagi semua orang” (66:12). Isa, putra Miryam, membela kesucian ibu-Nya ketika Miryam dituduh berzinah (19:27-36; bdk. 4:156). Kesucian Miryam yang ditampilkan Alquran sangat mirip dengan kesaksian Injil Markus dan Lukas bab 1-2 tentang Maria.

Keempat, karena kesucian Miryam yang sangat menonjol ini, saudara-saudari kita yang beragama Islam meletakkan Maria sebagai wanita yang paling terpandang di antara semua perempuan yang ada di dunia (3.42). Dia dilahirkan tanpa cela, tetap perawan, dan dianugerahi banyak hak istimewa, antara lain bahwa dia tidak dapat sesat (isyma). Oleh karena martabatnya ini, hidup Miryam selalu disertai mukjizat.

Di antara empat perempuan paling istimewa dalam Islam, Miryam adalah yang tertinggi, kemudian Aisyah (istri Firaun), Khadijah (istri pertama Muhammad) dan Fatima (Putri Muhammad). Banyak umat Islam yang mencintai Miryam, Ibu Nabi Isa. Pengakuan akan kesucian Maria yang sedemikian juga terjadi dalam Gereja Katolik. Maria mendapat gelar “dikandung tanpa noda dosa” dan kepadanya diberikan penghormatan tertinggi (Yun: hyperdulia).

Petrus Maria Handoko CM

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 42 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 20 November 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*