Artikel Terbaru

Pacarku Beda Gereja

Pacarku Beda Gereja
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comRomo Erwin MSF, perkenalkan saya Tantri, orang muda Katolik sebuah Paroki di Keuskupan Manado. Hubungan saya dan pacar sudah berjalan hampir tiga tahun. Rencana kami akan menikah dua atau tiga tahun mendatang. Hingga kini, hubungan saya dengan pacar berjalan baik, hanya kami berbeda keyakinan. Saya Katolik, sementara dia dari Gereja Protestan Minahasa. Meski begitu kami tak meributkan soal keyakinan.

Kami juga mempertahankan agama masing-masing. Sebab saya dan dia adalah aktivis di gereja masing-masing. Kami berencana menikah beda agama dan tetap aktif dalam kegiatan di gereja masing-masing. Mohon masukan dari Romo soal rencana kami menikah beda agama? Apa yang akan kami jumpai dalam hubungan seperti itu kelak ketika kami telah berumah tangga? Adakah masukan dari Romo sehingga saya dan pasangan bisa memikirkan ulang rencana atau perjalanan hubungan kami ke depan? Terima kasih, Romo.

Veronica Intantri, Manado

Tantri yang baik, kasus yang sedang kalian hadapi adalah rencana menikah beda Gereja, bukan beda agama. Pernikahan beda Gereja (mixta religio) sering menjadi kabur karena orang menyamakan setiap Gereja sebagai “sama Yesus-nya”. Kita akan melihat beberapa hal yang dapat dijadikan bahan permenungan untuk semua yang mengalami situasi seperti kamu.

Perkawinan, dengan segala variasi mempunyai peluang hidup berbahagia atau mungkin bermasalah. Satu-satunya yang membedakan adalah mengenai agama dan iman orang-orang yang menikah. Agama membantu orang memikirkan pengalaman duniawi ini, dan menanggapi dengan cara berbeda.

Dalam keanekaragaman Gereja pun, masing-masing orang dari Gereja berbeda menangkap setiap peristiwa dengan pemikiran iman berbeda. Ada yang merasa nyaman dengan berdoa kepada Santo-Santa dan Bunda Maria, tapi ada pula yang menentang, dan banyak lagi perbedaan.

Saya tak bisa memperkirakan apa yang akan terjadi dalam keluargamu kelak, sebab itu tergantung dari cara kalian berelasi, berkomunikasi, saling mengerti, saling menerima, dan ribuan cara lain yang akan mempengaruhi, salah satunya adalah soal iman yang berbeda ini. Persoalan iman, sejauh perbedaan kedua pihak ada, akan tetap menjadi persoalan, meskipun ada kerinduan toleransi satu sama lain.

Bicarakan dengan baik perbedaan ini bersama pasangan. Jangan menganggap perbedaan agama sebagai hal kecil, remeh, dan sederhana. Perbedaan bisa menjadi hal yang merepotkan atau bahkan penyebab perceraian karena salah mengerti dan kurang komunikasi. Jangan berhenti berbicara atau membiarkan perbedaan menjadi “bom waktu” karena kita enggan mendiskusikannya.

Persoalan yang biasa terjadi tentang pembaptisan dan pendidikan anak-anak; perwujudan iman bersama dalam keluarga, atau hal ekspresi iman yang lain. Dalam Kitab Hukum Kanonik dikatakan, “Perkawinan antara dua orang dibaptis, yang diantaranya satu dibaptis dalam Gereja Katolik atau diterima di dalamnya setelah baptis dan tidak meninggalkannya dengan tindakan formal, sedangkan pihak yang lain menjadi anggota Gereja atau persekutuan gerejawi yang tidak mempunyai kesatuan penuh dengan Gereja Katolik, tanpa izin jelas dari otoritas yang berwenang, dilarang” (KHK kan.1124).

Perkawinan beda Gereja bukan perkawinan ideal. Pernikahan ideal tetap Katolik dengan Katolik sehingga dapat mewujudkan sakramentalitas perkawinan sepenuhnya bersama semua anak. Kita tak mempunyai masalah iman dengan Gereja lain, tapi kerinduan membangun hubungan baik tidak menghindarkan pasangan yang menikah dari ancaman perceraian yang dipandang berbeda dalam tiap Gereja. Gereja Katolik jelas menolak perceraian, karena pernikahan sekali untuk seumur hidup.

Lanjutkanlah masa perkenalan, dan belajarlah jujur dengan kenyataan, jika memang kalian berdua menemui hambatan karena beda iman. Komunikasi adalah kunci memutuskan dengan lebih bijaksana. Tuhan memberkati.

Alexander Erwin Santoso MSF

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 42 Tahun 2016, Terbit pada Minggu: 20 November 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*