Artikel Terbaru

Angelius Wake Kako: PMKRI Tak Melulu Politik

Angelo di tengah anak-anak penderita HIV/AIDS di Papua.
[NN/Dok. PMKRI]
Angelius Wake Kako: PMKRI Tak Melulu Politik
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comBeberapa tahun belakangan, ketertarikan mahasiswa Katolik untuk melibati PMKRI menurun. Saat ini waktunya untuk berbenah, menjadikan PMKRI wadah pengembangan kader:

Medio Agustus lalu, Ketua Presidium Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Angelius Wake Kako berada di Bangkok, Thailand. Di sana ia bergabung dengan mahasiswa Katolik dari 18 negara Asia dalam acara Asian Youth Academy. “Inti kegiatan mau membangun kesadaran pemuda untuk isu lingkungan hidup, social justice, migrants dan refuges, sesuatu yang saya kira sesuai seruan Bapa Suci,” ujar Angelo, sapaannya.

Di Bangkok, Angelo berbagi cerita tentang apa yang dilakukan PMKRI di Indonesia. Pun sebaliknya, Angelo mendengarkan pengalaman peserta lain tentang realita sosial politik di negara lain. “Terlepas dari banyaknya tindakan intoleransi di Indonesia, kita bersyukur karena kita masih lebih baik dalam menyikapi pluralitas,” katanya.

PMKRI, kata Angelo, tak hanya bergerak pada tataran diskusi politik, tapi juga ikut terlibat dalam kegiatan sosial. Kala Rapat Kerja Nasional di Jayapura akhir Juli silam, kader PMKRI terjun dalam bakti sosial mengunjungi para penderita HIV/AIDS di Papua. Kegiatan itu bukan sekadar lagak, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab kader PMKRI kepada masyarakat.

Harus Mandiri
Angelo tak menyangkal, beberapa tahun belakangan ini ketertarikan mahasiswa Katolik untuk bergabung ke PMKRI mengalami penurunan. Namun ia tak serta merta menyalahkan dampak globalisasi dan perkembangan zaman yang membuat mahasiswa Katolik menjadi apatis. Sejak terpilih, Angelo mengajak seluruh pengurus untuk melakukan evaluasi internal. “Jangan-jangan yang terjadi PMKRI tidak mengakomodasi kebutuhan mahasiswa,” tegas penulis buku Bersatu Lawan Menang; Jalan Pembebasan Indonesia ini.

Evaluasi internal ini berujung pada pilihan PMKRI harus mandiri dan berdaya saing. Berangkat dari semangat ini, PMKRI pun membenahi internal organisasi. Pembenahan internal, kata Angelo, menjadi syarat dasar kesuksesan PMKRI. Sebagai organisasi kader, PMKRI fokus pada dua nilai, pembinaan dan perjuangan. “Orang dibina dulu baru berjuang. Kalau internal tidak rapi, maka kaderisasi dan konsolidasi susah, tak maksimal.”

Angelo juga membentuk tim untuk mengaktifkan lagi cabang-cabang yang selama ini tidak aktif. “Cabang Semarang, Larantuka, Boawae, Salatiga, Nabire, Sumedang, Bitung, Airmadidi yang selama ini tidak aktif, kini sedang kita benahi,” ujarnya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*