Artikel Terbaru

Suami Biseksual atau Homoseksual saat Menikah

Dok. HIDUP
Suami Biseksual atau Homoseksual saat Menikah
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comDear Pengasuh, saya seorang ibu dengan satu anak. Usia perkawinan kami enam tahun. Sejak awal, kami sering berkonflik. Saya sering merasa curiga pada pergaulan suami. Jika saya bertanya, sering saya dipukul. Demikian juga anak kami yang masih balita tak mendapat perhatiannya. Akhir-akhir ini, terbukti bahwa ia seorang biseksual atau homoseksual. Meski ia mengakui, menurut saya, ia telah berbohong. Saya dan keluarga merasa tertipu dengan perilaku suami. Saya juga merasa teraniaya dan tersakiti secara fisik dan verbal. Apakah saya boleh mengajukan pembatalan nikah? Saya merasa tertipu sejak awal karena ia tidak mengaku sebagai bisexual atau homoseksual. Terimakasih, Romo.

Desy, Jakarta

Saudari Desy yang baik, saya sangat prihatin melihat masalah Anda. Perkawinan Anda yang berumur kurang dari 10 tahun diwarnai dengan peristiwa yang menyakitkan. Saya ikut merasa prihatin atas apa yang menimpa Anda dan anak Anda.

Dalam perkawinan, selalu disyaratkan adanya kebenaran dan ketulusan. Kedua pihak harus menyatakan dengan jujur apa dan siapa dirinya. Kejujuran dapat membuat calon pasangan menjadi lega karena telah diberitahu sehingga keputusan untuk menikah diambil dengan sadar dan bebas.

Kasus orientasi seksual menyimpang akhir-akhir ini meningkat jumlahnya. Barangkali, zaman semakin terbuka sehingga semakin banyak kaum biseksual dan homoseksual berani mengekspresikan jatidirinya secara lebih bebas. Kebebasan ini tidak berarti membuat Gereja membuka kesempatan bagi kaum homoseksual untuk menikah atau mendua.

Kaum homoseksual yang benar-benar tidak mampu berhubungan seksual dengan perempuan, jelas tidak jujur dalam menyampaikan janji pernikahannya, karena ia tidak akan dapat melakukan kewajiban seksualnya secara utuh sebagai seorang suami. Homoseksual menyinggung hak dan kewajiban seseorang pada pasangannya. Orang yang menikah harus dapat melakukan hubungan seksual yang wajar. Ketidakmampuan membuat perkawinan mereka cacat dan dapat dianulasi.

Tetapi dalam kasus biseksual, barangkali persoalan tidak sesederhana itu. Biseksual dapat melakukan hubungan seksual dengan lawan jenisnya, meskipun ia juga dapat bersifat homoseksual, karena melakukan dengan pasangan sejenis. Dalam kasus ini, suami Anda “baru ketahuan” sebagai seorang biseksual setelah Anda memergokinya. Apakah ini berarti sebelumnya hidup seksual Anda berdua berlangsung biasa?

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*