Artikel Terbaru

PS Providentia Dei: Sumbang Suara, Pupuk Persaudaraan

PS Providentia Dei: Sumbang Suara, Pupuk Persaudaraan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSaat usianya menginjak 30 tahun, Paduan Suara Providentia Dei mengadakan konser perdananya. Mereka senantiasa siap sedia melayani Gereja; persaudaraan menjadi nilai utama.

Pertengahan Agustus lalu, Paduan Suara (PS) Providentia Dei menggelar konser di Balai Resital Kertanegara, Jakarta Selatan. Konser ini dihelat sebagai wujud syukur atas ulang tahun yang ke-30 tahun. Tak kurang dari 200 undangan hadir dalam konser bertajuk Music
Makes Spirit Free ini. PS Providentia Dei tak sendiri malam itu. Mereka tandem dengan Komunitas Soli Deo, Laudamus Te Choir, dan Dei Angel Voice Chamber Choir.

Hasil penjualan tiket konser dan donasi dari para penonton disumbangkan untuk menyokong pendidikan calon imam dan bruder Tarekat Hati Kudus Yesus (Sacerdotum a Sacro Corde Jesu/SCJ) di Skolastikat SCJ Yogyakarta. Inilah satu bentuk ucapan terima kasih PS Providentia Dei kepada para imam SCJ yang selama ini menggembalakan Paroki St Stefanus Cilandak, Jakarta Selatan, tempat lahir dan tumbuhnya kelompok tarik suara ini.

PS Providentia Dei mengakui, dukungan Paroki kepada umat yang punya kesamaan hobi di bidang tarik suara sangat besar. Dukungan itu mewujud lewat perizinan tempat untuk mengadakan latihan rutin sekali sepekan. Paroki juga secara rutin memberi ruang untuk berkarya dalam tugas kor di gereja.

Pertama Kali
Selama ini, PS Providentia Dei hanya tampil dalam Misa di gereja. Sekali sebulan mereka mengisi kor di Paroki Cilandak. Meski sudah berusia lebih dari seperempat abad, pengalaman manggung di gelanggang konser seperti Balai Resita Kertanegara malam itu adalah yang pertama kali. Karena konser malam itu adalah pengalaman pertama, maka persiapan yang mereka lakukan pun lebih panjang.

Tiga bulan sebelum konser, tiap Jumat malam mereka mengadakan latihan, mulai dari olah vokal, teknik, hingga kekompakan. Nancy, salah satu anggota Providentia Dei mengatakan, pengalaman latihan bersama menjadi bekal yang cukup untuk menyiapkan diri menyukseskan konser. “Waktu latihan merupakan kesempatan bagi kami bisa berjumpa dan berbagi pengalaman, serta memberi semangat antara yang satu dengan yang
lain,” ujarnya.

Ketika waktu konser tinggal sebulan, intensitas latihan ditingkatkan. Latihan diadakan dua kali dalam seminggu. Dua jam penuh, antara pukul 20.00 malam hingga 22.00, dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mematangkan persiapan mereka menuju konser syukur sekaligus amal itu.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*