Artikel Terbaru

Harmoni di Tanah Pancasila

Harmoni di Tanah Pancasila
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comBeberapa paroki melaksanakan program di bidang kemanusiaan, ekonomi, dan lintas agama. Inilah contoh nyata pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Hari itu, beberapa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan volunter berada di salah satu ruang di lantai tiga Gedung Dominikus Savio, Gereja St Yohanes Bosco Danau Sunter, Jakarta Utara. Sang volunter tampak tengah bergayut di tangga majemuk yang melintang di atas kepalanya. Ia menyeberang dari satu sisi tangga ke sisi yang lain.

Beberapa ABK mengikuti apa yang dilakukan volunter ini. Namun ada juga anak yang bergeming, enggan mengikuti apa yang dilakukan sang volunter. Melihat hal ini, volunter pun membantu anak itu dengan cara mengangkat tubuhnya untuk bergantung di tangga majemuk. ABK itu pun bergayut di tangga dengan tangan volunter yang siap siaga.

Tangan Kasih
Kegiatan itu merupakan salah satu terapi motorik bagi ABK yang dilakukan komunitas Lovely Hands, Paroki Danau Sunter. Komunitas ini dibentuk pada 2011 dengan prakarsa sebuah keluarga dan Romo Paroki Danau Sunter kala itu, Romo Peter Tukan SDB. Keluarga ini memiliki kepedulian terhadap ABK, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Tujuannya memberikan pelayanan, pengajaran dan pendampingan kepada para ABK supaya bisa mandiri dan berdaya. “Adanya komunitas ini untuk melayani ABK, melayani itu tidak bisa memilih, siapapun, siapa yang membutuhkan, meskipun kita dalam Gereja Katolik,” kata penanggung jawab Lovely Hands, Maria Regina Lanneke Alexander.

Paroki mendukung pelayanan komunitas ini, ketika pembangunan lantai tiga Gedung Dominikus Savio, Agustus 2015, lantai ini khusus untuk kegiatan belajar dan pendampingan bagi ABK. Bertepatan dengan HUT ke-13 Paroki Danau Sunter, 31 Januari 2016, ruangan tersebut diresmikan Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo didampingi Pastor Kepala Paroki Danau Sunter, Romo Yohanes Boedirahardjo Soerjonoto SDB.

Saat ini, komunitas Lovely Hands melayani sekitar 70 anak. “15-20 persen mereka adalah Katolik, selebihnya non Katolik,” ungkap Lanneke. Pendampingan kepada ABK dilakukan dari Senin-Sabtu Pukul 08.0017.00 WIB. Tim Lovely Hands membuat jadwal pertemuan untuk anak-anak di sana. Anak-anak ini rata-rata mendapat pendampingan dua sampai tiga kali dalam seminggu. Mereka belajar membaca, mendapat terapi motorik seperti berjalan di atas batu-batuan, merangkak, bermain bola, dll. Anak-anak di Lovely Hands juga mengikuti outing dan gathering yang diadakan setiap tahun.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*