Artikel Terbaru

Indonesia dan Katolik Seratus Persen

Anak-anak Paroki Kelapa Gading membentuk lingkaran berbentuk Rosario Merah Putih.
[NN/Dok.Paroki Kepala Gading]
Indonesia dan Katolik Seratus Persen
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comPara Pastor Paroki KAJ mensyukuri Gerakan Rosario Merah Putih. Mereka bersama umat merefleksikan menjadi Katolik dan Indonesia seratus persen.

Lelehan airmata tak terbendung lagi. Mata laki-laki uzur itu mulai berkaca-kaca. Kerut dahinya mengisyaratkan luapan keharuan yang tak dapat tertahan lagi. Sementara itu, tangannya masih sibuk merangkai bulir manik-manik untuk membuat Rosario. Manik-manik yang berwarna merah dan putih itu seolah memancing kenangan hidup yang amat mendalam.

Keluarganya yang juga sedang membuat Rosario hanya bisa membisu. Mereka sangat memahami perasaan mengharu biru yang dialami sang kepala keluarga itu. Ketika Rosario yang dibuat sudah selesai, tiba-tiba lelaki yang sudah berambut putih itu memecah keheningan, berkata dengan suara serak terbata-bata, “Bapak ingin, besok kalau meninggal, Rosario ini akan Bapak bawa.” Tak ada suara jawaban, kecuali anggukan dan desah nafas anggota keluarganya.

Itulah salah satu potret sebuah keluarga purnawirawan TNI yang menanggapi Gerakan Rosario Merah Putih (RMP), yang dicanangkan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Mantan prajurit TNI itu bangga menjadi orang Katolik yang hidup di bumi Indonesia. Dengan bertaruh nyawa dalam pelbagai kesempatan, sebagian besar hidupnya telah dipersembahkan demi keutuhan, kedaulatan, serta keselamatan bangsa dan negara. Tak heran jika proses membuat Rosario sendiri menguak kembali memori perjuangan masa lalunya sebagai abdi negara.

Cinta Tanah Air
Pengalaman membuat RMP sendiri bersama keluarga, komunitas atau Lingkungan menjadi gerakan di KAJ. Proses merangkai Rosario menjadi sarana internalisasi nilai-nilai ke-Indonesia-an. Cinta Tanah Air dipupuk, semangat pengamalan Pancasila dilibati secara nyata. Kesadaran sebagai bagian dari Bangsa Indonesia pun kian terasa.

Kepala Paroki St Yakobus Kelapa Gading, Romo Antonius Gunardi MSF merefleksikan, salah satu cara pengamalan Pancasila adalah dengan berdoa. “Saya kira tepat sekali, ketika rasa kebangsaan, persatuan Indonesia makin menipis, lalu digairahkan dengan Rosario Merah Putih ini. Bagi saya, ini sarana yang baik, apalagi didorong kata-kata Mgr Soegija, seratus persen Katolik, seratus persen Indonesia.”

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*