Artikel Terbaru

Mgr Antonio Guido Filipazzi:Diplomasi Khas Vatikan-Indonesia

Mgr Antonio Guido Filipazzi
[HIDUP/Christoporus Marimin]
Mgr Antonio Guido Filipazzi:Diplomasi Khas Vatikan-Indonesia
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Lebih 60 tahun Vatikan dan Indonesia menjalin hubungan diplomatik. Takhta Suci memandang Indonesia sebagai contoh kerukunan antarumat beragama.

Sejarah mencatat, Vatikan adalah salah satu negara di Eropa yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia. Pada 1947, Vatikan mendirikan Delegasi Apostolik di Indonesia. Tiga tahun berselang, tepatnya 16 Maret 1950, Vatikan meresmikan Internunsiatur Apostolik yang berstatus Nunsiatur Apostolik pada 7 Desember 1966. Sampai kini, hubungan diplomatik kedua negara masih terjalin baik.

Dua pekan lalu, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr Antonio Guido Filipazzi berkenan menerima wawancara wartawan Majalah HIDUP, Stefanus P. Elu, Christophorus Marimin, dan R.B.E. Agung Nugroho. Sekitar satu jam, ia mengupas seluk-beluk jalinan diplomatik Vatikan-Indonesia. Berikut ini petikannya:

Saat ini, bagaimana hubungan diplomatik Vatikan-Indonesia?

Hubungan diplomatik dua negara ini sudah terjalin sangat lama. Dimulai sejak 1950 ketika Vatikan mendirikan Internunsiatur Apostolik di Indonesia. Berdasarkan pengalaman saya di Indonesia, Takhta Suci sangat mengapresiasi hubungan baik yang sudah terjalin lebih dari 60 tahun ini. Dua pemimpin negara Vatikan, Paus Paulus VI dan Paus Yohanes Paulus II, sudah pernah mengunjungi Indonesia. Sebaliknya, beberapa Presiden Indonesia juga sudah berkunjung ke Vatikan. Presiden Sukarno empat kali; yang terakhir Presiden Megawati. Ini tanda bahwa hubungan kedua negara terjalin dengan sangat baik.

Saya berharap, Presiden Joko Widodo juga bisa datang ke Vatikan dan berjumpa Paus Fransiskus. Tahun lalu, Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin datang ke Indonesia. Ini tanda positif perhatian Vatikan untuk Indonesia.

Kerja sama seperti apa yang dibangun?

Harus diingat bahwa hubungan diplomatik Vatikan-Indonesia berbeda dengan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara lain. Demikian pula kehadiran Nunsiatura atau Kedutaan Besar Vatikan di Indonesia. Hubungan diplomatik Vatikan-Indonesia harus dilihat dalam konteks, pertama-tama adalah relasi antara Vatikan sebagai pusat Gereja Katolik dunia dengan Gereja lokal Indonesia. Komunitas Gereja Katolik Indonesia sangat besar dan Takhta Suci merasa perlu menjalin hubungan dengan umat di sini. Kehadiran Nunsiatura lebih sebagai representasi Takhta Suci bagi Gereja Katolik Indonesia. Dalam konteks itulah hubungan diplomatik kedua negara ini dibangun.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*