Artikel Terbaru

Paksa Anak Belajar Bahasa Daerah

Paksa Anak Belajar Bahasa Daerah
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDear Pengasuh, saya Anastasia, 28 tahun, dari Jakarta. Beberapa minggu terakhir ini saya sedikit stress karena orangtua saya memaksa saya untuk belajar bahasa daerah. Saya keturunan Batak, tetapi lahir di Jakarta. Saya mengakui bahwa saya tidak fasih berbicara bahasa Batak Toba. Mungkin kata-kata yang biasa bisa saya mengerti, tetapi untuk menggunakannya sangat susah. Karena itu, orang tua saya sering memaksa saya untuk belajar bahasa daerah. Namun bagi saya, tidak masalah saya tidak mengerti bahasa Batak asal mengakui bahwa saya berasal dari sana. Karena itu, apa yang harus saya buat dan penjelasan seperti apa yang harus saya berikan kepada orangtua. Terima kasih!

Anastasia, Jakarta

Anastasia yang terkasih, salam dari kami, pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga. Terima kasih atas keterbukaannya mengutarakan permasalahan yang Anda alami. Anastasia ada pertanyaan yang mendasar dari kami. Pertama, apa alasannya orangtuamu memaksa kamu untuk dapat belajar bahasa Batak Toba saat kamu berusia 28 tahun? Kedua, mengapa tidak pada waktu kamu masih usia anak-anak atau remaja?

Seandainya hal ini belum kamu tanyakan kepada orangtuamu, pertanyaan tersebut bisa segera kamu ajukan kepada orangtuamu agar nantinya dapat menjadi alasan kamu yang cenderung agak menolak atau mengalami kesulitan untuk belajar bahasa Batak Toba secara fasih; terlebih lagi, kamu lahir hingga dewasa tinggal di Jakarta dan lebih fasih menggunakan bahasa Indonesia daripada bahasa Batak Toba.

Bisa jadi, satu hal yang menjadikan alasan orangtuamu meminta kamu untuk dapat berbahasa batak Toba secara fasih, karena ada kemungkinan orangtuamu menjadi salah satu anggota kelompok orang-orang Batak Toba yang merantau di Jawa dan sering mengadakan pertemuan dengan sesama marga Batak. Oleh karena dalam pertemuan tersebut bahasa Batak Toba menjadi bahasa wajib, menjadikan para anggota marga tersebut harus bisa berbahasa Batak Toba. Tidak hanya orangtua yang harus bisa, tetapi anak-anaknya juga wajib menggunakan bahasa Batak Toba secara fasih.

Atau ada kemungkinan lain, yaitu menurut perasaan orangtua yang masih “kental” dengan Bataknya, bila anak-anak mereka dalam berbicara dengan orangtuanya dengan menggunakan bahasa Indonesia, dirasakan kurang menghormati bila dibandingkan dengan menggunakan bahasa Batak Toba sesuai dengan marga atau dari mana mereka (orangtua) berasal.

Namun demikian, belajar bahasa tidaklah mudah bila tidak dilandasi olah niat, apalagi kalau tidak jelas tujuan untuk belajar bahasa tersebut. Membaca uraian permasalahanmu di atas, pada dasarnya kamu paham dan mengerti akan kata-kata bahasa Batak Toba dengan cukup baik meskipun kamu tidak bisa mengucapkan dan berbicara dengan fasih. Akan tetapi, karena ketidakjelasan tujuan belajar bahasa tersebut serta nampaknya kamu agak kurang berminat, yaitu terlihat bahwa orangtuamu memaksakan kamu agar bisa berbahasa dengan fasih, menjadikan kamu tidak nyaman dan menjadikan hubunganmu dengan orang-tua menjadi agak kurang harmonis.

Oleh karena itu, agar hubunganmu dengan orangtua menjadi nyaman dan harmonis, coba tanyakan tujuan dan alasan orangtuamu menghendaki agar kamu harus bisa berbahasa Batak Toba dengan fasih. Tentunya untuk menanyakan hal tersebut, carilah waktu di mana orangtuamu dalam situasi dan kondisi yang rileks, dan jangan mengungkapkannya dengan emosional. Seandainya jawaban atau alasan orangtuamu seperti yang kami kemukakan di atas, tentunya untuk belajar bahasa tersebut secara fasih, membutuhkan waktu yang lama. Demikian Anastasia jawaban atas permasalahan yang kamu alami; semoga sesuai dengan harapanmu. Tuhan memberkati!

Haryo Goeritno

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 16 Tanggal 17 April 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*