Artikel Terbaru

Sr Yulia Sri Lestari HK: Persembahan Si Burung Prenjak

Sr Yulia Sri Lestari HK bersama siswa TK Xaverius, Kalianda, Lampung Selatan.
[NN/Dok.Pribadi]
Sr Yulia Sri Lestari HK: Persembahan Si Burung Prenjak
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comNyawanya hampir melayang. Si “burung prenjak” ini pun bertekad membaktikan diri secara total untuk Tuhan dan sesama.

Acara akbar Temu Hati tinggal menghitung hari. Kegiatan yang diadakan oleh Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik (IPPAK), Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta ini bakal mengundang seluruh universitas di Kota Gudeg. “Semua telah dipersiapkan dengan rapi,” kata Sr Yulia Sri Lestari HK, moderator acara tersebut.

Sayang, biarawati asal Klepu, Sleman, Yogyakarta itu tak bisa datang pada acara yang digarapnya. Pada waktu bersamaan, dia harus mengikrarkan kaul kekal kebiaraan di Lampung. Tak ayal, sebelum pergi, Sr Yulia memastikan tanggung jawabnya beres. Sr Yulia bersama teman angkatannya, Sr Damiana PBHK singgah di SMP Budi Mulia. Mereka baru kembali dari Klepu, menemani adik-adik angkatan mencari bambu untuk dekorasi di tempat acara.

“Nanti kita makan mie ayam yah,” kata Sr Yulia kepada temannya usai mengambil angket Program Pengalaman Lapangan di sekolah milik bruder itu. Nahas, rencana mereka menyantap mie ayam gagal. Alih-alih singgah di rumah makan, Sr Yulia justru dilarikan ke rumah sehat. Sebuah motor menghantam mereka dari depan. Kaki Sr Damiana terluka, sedangkan kondisi Sr Yulia kritis.

Kabar Amnesia
Sr Yulia kaget begitu siuman. Dia mendapati dirinya terbaring di atas tempat tidur bersprei putih. Sejumlah slang merayap di beberapa bagian tubuhnya. Termasuk kateter agar memudahkan dia buang air kecil. Sr Yulia sama sekali tak mengingat kejadian yang menimpa dirinya. Kronologi insiden itu dia dengar dari orang lain.

Kata mereka, sekitar pukul lima sore, seorang pengendara motor yang berada dalam pengaruh alkohol menyeruduk motor Sr Yulia. Dua kendaraan itu seperti “adu banteng”. Sr Damiana jatuh di dekat motor, sementara Sr Yulia terpelanting hingga sekitar 10 meter dari lokasi kejadian. “Hidung dan telinga Suster berdarah,” katanya mengutip informasi yang dia dapat.

Kecelakaan yang menimpa dua suster itu membuat Prodi IPPAK gempar. Apalagi sempat tersiar kabar Sr Yulia gegar otak dan hilang ingatan. Gara-garanya, setelah siuman dari pingsan, Sr Yulia tak ingat nama rekan seangkatannya yang datang menjenguk dan berdiri di hadapannya. Padahal, bukan karena tak ingat. Pandangan Sr Yulia ketika itu masih kabur.

Kabar dia amnesia sudah keburu sampai ke telinga para mahasiswa dan dosen di kampusnya. Banyak warga kampus datang ke RS. Selain menjenguk, mereka ingin memastikan berita yang telah beredar luas. Teman kampus dan para dosen di IPPAK akhirnya bisa mengelus dada, suster bertubuh mungil itu tak sampai hilang ingatan dan nyawanya tertolong.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*