Artikel Terbaru

Santo Stefanus: Roh Kemartiran di Paroki Cilandak

“Aku melihat langit terbuka, dan Anak Manusia duduk di sebelah kanan Allah.” [commons.wikimedia.org]
Santo Stefanus: Roh Kemartiran di Paroki Cilandak
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – “Kemartiran tidak harus dimengerti bahwa seseorang harus mati dalam membela imannya, tetapi harus dimengerti pada tataran keberanian membela Kerajaan Allah sebagai kerajaan cinta kasih. Konkretnya, dalam pelayanan.” Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Paroki St Stefanus Cilandak, Jakarta Selatan, Pastor Antonius Sumardi SCJ (55), saat ditemui di sekretariat paroki, Rabu, 27/7.

Ia menandaskan bahwa kemartiran St Stefanus adalah bentuk kesaksian iman. Oleh sebab itu, bentuk kesaksian iman semacam ini perlu diteladani dan dimaknai secara baru. Penafsiran dan pemaknaan secara baru menjadi penting mengingat situasi zaman yang terus berubah. Perkembangan makna perlu dilihat berdasarkan konteks dan tantangan yang konkret.

“Tantangan yang dihadapi St Stefanus adalah penguasa. Ia melawan tidak dengan apologi atau kata-kata semata, tetapi dengan perbuatan baik. Perbuatan baik inilah yang harus terus digelorakan,” imbuh pastor yang baru sekitar empat bulan bertugas di paroki ini.

Perbuatan baik dimaknai secara baru di Paroki Cilandak dengan bersaksi melalui pelayanan kasih. Melalui pelayanan klinik, kesiapsediaan PSE, Kerawam, dan OMK untuk membantu sesama adalah makna baru atas perbuatan baik sebagaimana telah diajarkan oleh Santo Stefanus. Paroki ini juga melayani operasi katarak gratis bagi yang membutuhkan.

Diakon dan martir
Santo Stefanus adalah diakon dan martir pertama dalam tradisi kekristenan. Santo Stefanus yang dikenal sebagai Protomartyr (martir pertama) dihormati sebagai santo dalam Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks. Gereja menghormati Santo Stefanus karena keberanian dan kebijaksanaan, serta kasihnya kepada Allah dan orang miskin.

Satu-satunya sumber informasi terpercaya tentang Stefanus adalah Kisah Para Rasul Bab 6 dan Bab 7. Sebagai diakon, ia adalah salah satu dari tujuh orang yang hidupnya saleh dan terpandang. Ia dipilih para rasul untuk pelayanan distribusi makanan kepada para janda dan orang miskin. Peranan ini kemudian dikenal dengan istilah diakon.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*