Artikel Terbaru

Doa Ratu Surga

[forums.catholic.com]
Doa Ratu Surga
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comMengapa doa Malaikat Tuhan diganti dengandoa Ratu Surga selama Masa Paskah? Dari mana berasal? Sejak kapan hal itu dilakukan, apakah sejak Maria diangkat ke Surga? Apa hubungan antara kebangkitan dan Maria sebagai Ratu Surga? Mohon penjelasan.

Ester Kurdianto, Rembang

Pertama, perubahan dari doa Malaikat Tuhan (Latin: Angelus) ke doa Ratu Surga (Latin: Regina Coeli) dilakukan karena kesesuaian tema. Doa Malaikat Tuhan merujuk pada misteri Inkarnasi, yaitu ketika “Sabda menjadi manusia dan tinggal di antara kita” sedangkan doa Ratu Surga merujuk pada misteri Paskah, yaitu pemenuhan dari misteri Inkarnasi. Doa Ratu Surga itu sendiri menunjukkan: “Ia yang sudah kau kandung, telah bangkit seperti disabdakan-Nya.” Maka, sudah sepantasnya jika doa Ratu Surga mengambil alih tempat doa Angelus. Doa Ratu Surga melanjutkan sukacita dan kegembiraan kebangkitan dan sekali lagi meneguhkan fakta bahwa Kristus sungguh telah bangkit. Doa ini juga mengungkapkan suatu permohonan kepada Allah Bapa, agar bersama Maria kita dimampukan untuk menikmati sukacita dan kegembiraan kebangkitan Yesus Kristus sampai ke hidup yang kekal di surga.

Kedua, perubahan ini terjadi pada tahun 1742, yaitu ketika Paus Benediktus XIV menetapkan bahwa selama Masa Paskah, mulai dari hari Raya Paskah sampai dengan Hari Raya Pentakosta, doa Ratu Surga harus didaraskan sebagai ganti doa Angelus. Ada beberapa nada yang mengubah doa Ratu Surga menjadi nyanyian yang sangat indah.

Ketiga, usia doa Ratu Surga sudah sangat tua. Sulit untuk menentukan siapa pengarang doa ini dan dari mana doa ini berasal. Menurut catatan, doa Ratu Surga sudah ada sejak abad XII. Teks musik tertua disimpan di Vatikan, yaitu sebuah manuskrip dari 1171. Sekitar tahun 1200, doa Ratu Surga muncul dalam manuskrip nyanyian tradisional Romawi kuno. Jadi, bukti-bukti historis menunjukkan bahwa doa Ratu Surga sudah ada dalam khazanah kekayaan Gereja sejak waktu yang cukup lama.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*