Artikel Terbaru

St Agatho: Paus Pengutuk Bidaah Monothelitisme

St. Agatho
[marriagemarshal.com]
St Agatho: Paus Pengutuk Bidaah Monothelitisme
2 (40%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Ia terpilih Paus pada usia lebih dari 100 tahun. Ia berhasil menjaga orthodoksi Gereja dari gempuran bidaah Monothelitisme. Ia dijuluki Thaumaturgus.

Tidak banyak informasi yang diperoleh mengenai Agatho sebelum ia naik takhta menjadi Paus. Berdasarkan surat Paus Gregorius Agung itu, Agatho diperkirakan lahir sekitar tahun 577 di Palermo, Sisilia. Meski lahir di Sisilia, konon orangtuanya berdarah Yunani.

Sebelum menjadi Paus, Agatho adalah seorang rahib Benediktin dari Biara St Hermes di Palermo. Ia naik takhta sebagai Penerus Takhta St Petrus pada umur lebih dari 100 tahun. Ia menggantikan Paus Donus yang wafat pada 2 April 678. Ia naik takhta sebagai Uskup Roma pada 27 Juni 678.

Konsili Ekumenis VI
Puncak keberhasilan masa kepausan St Agatho ialah keterbukaannya menanggapi undangan Kaisar Binzantium untuk menggelar Konsili Ekumenis VI (680-681). Perhelatan ini dikenal dengan nama Konsili Konstantinopel III. Karena diadakan di Konstantinopel, Bapa Suci Agatho tidak bisa menghadirinya. Maklum, usianya sudah uzur. Oleh karena itu, ia mengutus delegasi khusus sebagai representasi Paus di dalam konsili tersebut.

Konsili Konstantinopel III ini mungkin diikuti sekitar 200 Bapa Konsili. Meskipun hanya berlangsung kurang dari setahun, sebanyak 16 sesi digelar dalam konsili ini. Perhelatan ini dibuka pada 7 November 680 dan ditutup pada 16 September 681. Masing-masing sesi dihadiri antara 43 hingga 174 Bapa Konsili.

Konsili ini digelar sebagai bentuk perlawanan terhadap Bidaah Monothelitisme. Bidaah Monothelitisme menolak aspek keinginan manusiawi Yesus. Yesus dianggap sebagai pribadi yang hanya memiliki satu kemauan, yakni keinginan Ilahi. Dalam diri-Nya hanya terdapat satu prinsip tindakan dan tingkah laku, yang berasal dari Allah. Penolakan terhadap aspek keinginan manusiawi Yesus ini berlawanan dengan teologi Gereja yang mengatakan bahwa Yesus memiliki dua kodrat, Ilahi sekaligus manusiawi. Oleh karena itu, Yesus yang adalah Allah sekaligus manusia juga mempunyai dua keinginan dan dua prinsip tindakan berdasarkan kodrat-Nya tersebut.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*