Artikel Terbaru

Yayasan Santo Yoseph: Menghilangkan Kesan Makam Angker

Suasana pemakaman kembali tulang-tulang jenazah Mgr Johannes Groen MSF.
[HIDUP/Dionisius Agus Puguh Santosa]
Yayasan Santo Yoseph: Menghilangkan Kesan Makam Angker
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comLembaga ini membangun pemakaman yang layak. Biarpun menghadapi tantangan, dengan komunikasi yang baik usaha mereka dapat berlanjut sampai sekarang.

Enam puluh tahun lamanya, jasad Vikaris Apostolik Banjarmasin yang pertama Mgr Johannes Groen MSF disemayamkan di Pemakaman Kembang Kuning Surabaya, Jawa Timur. Bertepatan dengan 75 tahun Keuskupan Banjarmasin, pada 5 Juli 2013, jenazahnya dipindahkan ke Taman Makam Katolik (TMK) St Yoseph di Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Hal ini sebagai ungkapan syukur dan terima kasih atas jasa-jasa Mgr Groen MSF bagi Gereja lokal Keuskupan Banjarmasin. Uskup yang meninggal pada 18 April 1953 ini akhirnya mendapatkan tempat perhentian terakhir di bumi Borneo.

Keprihatinan Bersama
TMK St Yoseph ini di kelola oleh Yayasan Santo Yoseph (YSY). Ketua YSY, Martin Rusli menuturkan, keberadaan TMK St Yoseph muncul karena umat tiga paroki di Banjarmasin belum memiliki lahan makam sendiri. Alhasil begitu ada umat meninggal, kerap kesulitan mencari pemakaman. Ketiga paroki itu antara lain, Paroki Katedral Keluarga Kudus Banjarmasin, Paroki St Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda Kelayan dan Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Veteran.

Dony Witono, seorang donatur dengan tangan terbuka membantu keinginan YSY. Pada 2005, YSY mendapatkan lokasi makam seluas delapan hektar. Urusan pembebasan lahan dan izin pun langsung dilakukan. Atas persetujuan Uskup Banjarmasin yang kala itu Mgr F.X. Prajasuta MSF, dibentuklah sebuah badan hukum bernama Yayasan Santo Yoseph. YSY, kemudian mensosialisasikan rencana TMK St Yoseph kepada umat dan warga sekitar lokasi pemakaman.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*