Artikel Terbaru

Kuasa Roh Kudus yang Mengubah Hidup

Kelompok Doa Karismatik Katolik melakukan pujian.
[NN/Dok.HIDUP]
Kuasa Roh Kudus yang Mengubah Hidup
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comBerbagai alasan dan cerita melatari orang masuk Karismatik. Mereka merasakan hal yang sama; Karismatik mengubah hidup menjadi penuh damai dalam Tuhan.

Sambil berlutut di hadapan altar, Joppy Joseph Taroreh mengikrarkan sebuah nazar dalam hatinya. “Tuhan saya ingin bekerja di ladang-Mu.” Tidak ada alasan mengapa ia berucap nazar itu. Ia hanya merasa ada dorongan untuk melayani Tuhan apa pun bentuknya. Nazar itu ia ucapkan di hari pernikahan. Joppy demikian ia disapa tertawa kecil kala mengenang momen itu. “Bagaimana mungkin berjanji melayani Tuhan, sementara Kitab Suci baru dibeli tiga hari sebelum menikah,” ujarnya.

Setahun setelah pernikahannya, Joppy diminta menjadi Ketua Lingkungan di wilayah Bintaro. Joppy muda kaget bukan kepalang. Ia tidak siap untuk menjadi Ketua Lingkungan. Joppy tidak tahu soal pendalaman iman. Yang ia tahu hanya doa Rosario. Joppy mengakui, masa mudanya jarang bersinggungan dengan Alkitab atau urusan liturgi Gereja. Tetapi nazar di hari pernikahan terus bernyala dalam hatinya. Terpacu oleh hal itu, Joppy di sela kesibukannya sebagai seorang kontraktor terus aktif di kegiatan doa dan seminar. Ia melanglang buana dari satu paroki, ke paroki lain untuk mengikuti seminar ataupun kegiatan doa. Baginya untuk melayani Tuhan dan Gereja maka harus mengenal-Nya. Ia pun belajar di mana-mana. Ketika itu ia belum menemukan Karismatik. Janji melayani Tuhan terus
membakar dirinya.

Kerinduan Joppy untuk melayani Tuhan tak berjalan sendiri. Istrinya, Yvonne Elisabeth Taroreh mendukung secara total. Yvonne seperti malaikat pelindung bagi Joppy. Setiap kerinduan Joppy melayani Tuhan serentak menjadi kerinduannya juga.

Belajar Alkitab
Dari melanglang buana itulah Joppy berkenalan dengan orang-orang dari Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik, Keuskupan Agung Jakarta (BPK-PKK-KAJ). Beberapa teman mengajaknya untuk terlibat. Pucuk dicinta, ulam pun tiba, Joppy seperti menemukan “harta karun”. “Saya bukannya tidak mau terlibat, selama ini saya tidak tahu cara terlibat dalam pelayanan Gereja,” ujar Joppy kala itu.

Tanpa menunda, pada 1986 ia dan istrinya mulai aktif di Karismatik. Pada 1988, Pasutri ini masuk Sekolah Evangelisasi Pribadi (SEP) angkatan pertama di Delta Building Harmoni. Setelah lulus, ia langsung diminta untuk menjadi guru SEP. Tak cukup dengan SEP, pasutri ini kemudian mengikuti Kursus Pendidikan Kitab Suci (KPKS) tahun 1989-1992 yang digagas oleh KAJ, Lembaga Biblika Indonesia (LBI) dan Karismatik. “Sekolah di KPKS selama tiga tahun karena untuk melayani harus punya modal,” ujarnya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*