Artikel Terbaru

Kuasa Roh Kudus yang Mengubah Hidup

Kuasa Roh Kudus yang Mengubah Hidup
1 (20%) 1 vote

Pertemuannya dengan Karismatik merupakan puncak pencariannya. Sepuluh tahun aktif paroki mempermudah pasutri ini untuk terlibat aktif dalam Karismatik. Tak lama, Joppy mu lai diminta membawakan musik pujian. Pertama kali Joppy muda membawa renungan bermula dari kecelakaan seorang senior yang kakinya keseleo.

Si senior yang keseleo pun meminta Joppy untuk membawakan renungan dalam pertemuan kelompok doa Gereja Theresia Menteng. Joppy patuh pada senior dan percaya, Tuhan sendiri yang akan berbicara. Ia pun berani membawakan renungan. Di pintu masuk, Joppy melihat ada gurat kekecewaan dalam wajah koordinator kelompok doa. “Yang diharapkan senior, ehh malah Joppy anak baru yang nongol,” kenang Joppy.

Pada 1987, setelah upacara pencurahan Roh Kudus, pasutri Taroreh mulai membaca Kitab Suci dari Kitab Kejadian sampai Wahyu. “Sebelum itu, kami memang membaca, tetapi hanya perikope tertentu saja,” ujarnya. Kini, Yvonne istrinya sudah 22 kali membaca Kitab Suci dari awal hingga akhir.

Sehidup Semati
Pasutri ini berikrar untuk terus melayani Tuhan dan Gereja melalui Karismatik hingga nafas terakhir. Keduanya mengaku, semakin mereka belajar dan mengenal Tuhan mereka semakin merasa kurang. Mereka bahkan merasa belum melakukan apa-apa untuk kemuliaan Tuhan.

Hal ini juga mendorong mereka untuk terus berkarya, mengorbankan waktu, biaya dan kesenangan duniawi. Mereka melayani mulai dari pelosok Kalimantan dan Papua, ke kota-kota besar hingga ke mancanegara. Dalam setiap pelayanan, keduanya tegas bahwa kesembuhan atau apa pun yang diterima adalah murni karya Tuhan. “Kami menyaksikan sendiri orang buta melihat, orang tuli mendengar. Mereka disembuhkan oleh Tuhan, bukan oleh kami.”

Joppy bercerita ia sempat tiga kali mengalami kelumpuhan. Setelah dicek ke dokter, ia didiagnosa mengalami serangan jantung. Empat dokter menganjurkan untuk dioperasi. Joppy menolak. Dua Minggu ia merengek kepada Tuhan. “Tuhan mendengarkan doa saya, sampai saat ini setiap kali check up kesehatan, jantung saya normal,” ujar pewarta mimbar dan pengajar BPK-PKK-KAJ ini.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*