Artikel Terbaru

Awalnya, ‘Hubungan Ibu dan Anak’

Sumber Ilustrasi: [dailymail.co.uk]
Awalnya, ‘Hubungan Ibu dan Anak’
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Pengasuh yang baik, saya perempuan berusia 46 tahun, masih lajang, dan bekerja sebagai karyawati di yayasan pendidikan. Saya berteman dengan seorang laki-laki di kantor, masih berusia 27 tahun dan sudah memiliki pacar. Awalnya, saya melihat hubungan kami hanya sebagai ibu dan anak. Selama ini kami berteman dan saling berbagi cerita. Tetapi, lama-kelamaan saya merasa aneh. Teman saya itu sering ke rumah, telepon, dan SMS. Bahkan, ia selalu mendekati saya dan tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang di sekitarnya. Saya merasa khawatir dengan keadaan ini. Apa yang harus saya lakukan?

Linda, Medan

Linda yang terkasih dalam Kristus. Apa yang terjadi di antara kalian adalah suatu masalah yang harus segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut dan semakin sulit untuk mendapatkan pencerahan. Perlu diketahui secara pasti dan adanya ketegasan bahwa Anda betul-betul hanya merasakan hubungan ibu dan anak. Jika memang itu sudah pasti, maka yang pertama dan utama yang harus dilakukan oleh Anda adalah secara perlahan mencoba untuk lebih menjaga jarak dengannya. Namun, hal ini jangan sampai menyakiti dan membuatnya tersinggung.

Misalnya, jika ia menelepon sudah terlalu malam, atau lebih dari pukul 22.00, tidak perlu diangkat, atau handphone dinon-aktifkan. Jika dia SMS, adakalanya tidak harus segera atau cepat-cepat dijawab. Apalagi, kalau datang ke rumah di atas pukul 21.00, tanpa keperluan yang tidak terlalu mendesak. Ada kemungkinan hal ini cukup berat baginya, namun harus diusahakan dan dilakukan jika ingin masalah dapat terselesaikan.

Mengapa hal di atas perlu dilakukan? Ada kemungkinan bahwa ia betul-betul sudah tergantung pada Anda. Artinya, ia membutuhkan orang lain yang dapat menasihati dan dapat menjadi tempat curhat selama ia membutuhkan.

Kemungkinan lain, benar bahwa Anda menganggapnya sebagai anak, tetapi ia sebetulnya menginginkan Anda menjadi pacarnya. Kenyataan bahwa ia memiliki pacar, mungkin hanya ingin membuat Anda cemburu atau hanya untuk melampiaskan kebutuhan fisiknya, layaknya sepasang manusia yang berpacaran. Namun, secara psikologis, ia mendapatkan kepuasan dari Anda. Ia merasa seperti diperhatikan, dihargai, dan dipenuhi kebutuhan psikologisnya, sehingga ia merasa aman, nyaman, damai, terlindungi, disayang, dan dicintai.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*