Artikel Terbaru

Bingung dengan Diri Sendiri

[Ilustrasi/HIDUP]
Bingung dengan Diri Sendiri
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSaya laki-laki 24 tahun. Saya bingung dengan diri saya. Banyak hal yang saya lakukan begitu saja. Maka, yang terjadi kemudian adalah menyesal atau marah-marah kepada orang lain. Saya rasa, saya belum mengenal diri saya sepenuhnya. Bagaimana caranya? Mohon bimbingan!

Matrix, Bima

Matrix yang terkasih, bagaimana kabar Anda saat ini? Saya berharap Anda dalam keadaan sehat. Persoalan yang saat ini dihadapi dapat saya pahami. Tentu saja semua orang pernah mengalami hal ini. Jangan khawatir, ini merupakan proses yang wajar dialami seseorang saat dihadapkan pada situasi yang kurang mengenakkan.

Tentu saja yang muncul adalah perasaan campur aduk, antara rasa marah, kecewa, frustrasi, dan bahkan tak berdaya. Semua yang dilakukan seakan tidak ada artinya. Semua yang sudah diupayakan tidak ada yang memuaskan bahkan tampak di depan mata nihil adanya.

Mengapa ini dapat terjadi? Jawabannya sederhana, karena pada hakikatnya setiap orang berproses untuk dapat menemukan kesejatian, untuk dapat menemukan jawaban atas sebuah tujuan hidup.

Pada hakikatnya kebingungan dan ketidakpastian dalam menjalani tiap aktivitas sebenarnya adalah pertentangan batin yang menanyakan tentang makna hidup. Dalam proses kebingungan itu, semua yang dilakukan seakan tidak sesuai dengan kemauan. Apa yang dicapai, tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki. Semakin lama itu terjadi semakin kita dibuat frustrasi. Akhirnya, yang muncul adalah kemarahan, ketidakpastian, kepedihan, atau bahkan rasa asing dengan diri sendiri.

Apakah ini berarti bahwa kita belum mengenal diri kita sendiri? Ini adalah pertanyaan eksistensial yang mempertanyakan tentang ‘siapa aku’. Manusia terus mencari jawaban atas pertanyaan ini karena sebenarnya jawabannya tergantung pada tingkat kedalaman kita mengeksplorasi berbagai pengalaman hidup yang kita lewati.

Lantas, bagaimana kita dapat mengenal diri kita sendiri?
1. Terbuka terhadap diri sendiri. Cobalah memahami diri sendiri dengan segala kelebihan dan kelemahannya. Pemahaman akan diri sendiri akan membuat kita lebih proporsional dalam melihat kemampuan sendiri. Tak jarang orang menuntut dirinya sendiri begitu keras seakan dirinya adalah manusia setengah dewa yang mampu mengatasi begitu banyak persoalan. Terbuka pada diri sendiri sebenarnya pengakuan bahwa kita manusia biasa yang dilahirkan dengan segala ketidaksempurnaannya. Bukankah nobody’s perfect?

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*