Artikel Terbaru

Nikah Beda Agama, Bukan Sakramen

[Ilustrasi/HIDUP]
Nikah Beda Agama, Bukan Sakramen
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comPengasuh yang terkasih! Saya membaca di hidupkatolik.com yang menjelaskan bahwa pernikahan beda agama dalam Gereja Katolik itu bukan merupakan sakramen. Mengapa demikian?

Erlip Vitarsa, Sumatera Utara

Saudara Erlip yang terkasih! Di dalam Gereja Katolik memang dibedakan adanya perkawinan berdasarkan pihak-pihak yang menikah. Pemahaman adanya jenis-jenis perkawinan ini penting, agar makna di dalam setiap perkawinan menjadi lebih jelas. Tidak semua perkawinan dalam Gereja Katolik bersifat sakramen. Ada perkawinan yang bersifat non-sakramen juga.

Istilah sakramen secara sederhana adalah sesuatu yang menampakkan dan menghadirkan Allah. Kata sakramen berasal dari kata Latin, sacramentum dan berakar pada kata sacr, saceryang berarti: kudus, suci, lingkungan orang kudus atau bidang yang suci. Kata itu mempunyai arti menyucikan, menguduskan, atau mengkhususkan sesuatu atau seseorang dalam bidang yang suci atau kudus. Kata sakramen menampilkan tindakan penyucian atau hal yang menguduskan.

Pengertian sakramen ini menyangkut juga hal yang bersifat ”misteri”, karena kita tidak dapat mengerti sepenuhnya. Oleh kesatuan dengan Kristus, hubungan suami-isteri termasuk dalam ”misteri” Allah. Karya Allah dalam Yesus Kristus tampak nyata dan dilaksanakan dalam perkawinan. Cinta Kristus kepada Gereja-Nya menjadi dasar yang sesungguhnya bagi kesatuan suami-isteri yang telah dibaptis. Cinta perkawinan mereka mengambil bagian dalam cinta Kristus kepada Gereja-Nya. Yang paling pokok dalam setiap sakramen, yaitu arti keselamatannya. Suami isteri dalam kesatuan dengan Kristus diselamatkan oleh cinta perkawinan mereka sendiri.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*