Artikel Terbaru

Remaja Pacaran: Terbuka atau Tidak?

[private-dating-tips.com]
Remaja Pacaran: Terbuka atau Tidak?
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSaya seorang perempuan kelas II SMA. Layaknya remaja, saya mulai tertarik pada teman cowok di sekolah. Belum lama ini kami berpacaran, tapi sebenarnya saya sangat takut. Karena orangtua saya melarang keras agar saya tidak pacaran. Apakah saya harus terbuka dengan mereka atau tidak perlu?

Siska, Lampung

Salam jumpa dan salam kenal Siska, apa kabar? Semoga selalu sehat, ceria, dan selalu dalam berkat Tuhan.

Dalam masa remaja, seseorang dapat mengembangkan diri dan menemukan identitasnya. Tak dapat dipungkiri bahwa dalam masa remaja akan banyak timbul persoalan terkait keinginan anak dan keinginan orangtua yang kadang bertentangan. Janganlah ini menjadikan suatu perpecahan dalam keluarga, tetapi nikmati, jalani, dan carilah solusinya.

Persoalan yang Anda alami memberikan suatu informasi bahwa Anda ingin agar bisa berpacaran secara terbuka, tetapi orangtua tidak menyetujuinya. Bila kita cermati bersama, tampak bahwa Anda dan orangtua sama-sama benar dan semua berdasar pada kebaikan Anda di masa yang akan datang. Bila dilihat dari sisi Anda, memang sudah saatnya timbul suatu ketertarikan pada lawan jenis, lalu ingin ”pacaran”. Anda merasa senang bila dekat dengan teman yang ditaksir. Hubungan emosional antara Anda berdua tidak ada yang salah.

Kemudian, dari sisi orangtua, dapat dilihat mereka berharap agar anaknya jangan pacaran dulu karena masih SMA. Hal ini dapat mengganggu sekolah dan belajar karena akan pergi berdua terus. Lalu, bagaimana?

Siska janganlah bersedih dan berkecil hati dengan keadaan ini. Jangan sampai hal ini memicu permusuhan Anda dan orangtua. Tetaplah menjaga hubungan yang baik dengan mereka. Anda harus bisa memahami hal ini. Jangan hanya terbawa emosi dan beranggapan bahwa orangtua tidak mau mengerti keinginan Anda.

Pada masa remaja memang anak akan lebih banyak menjalin hubungan dengan teman sebaya dan ingin tidak banyak diatur oleh orangtua. Namun, perlu diingat bahwa remaja juga belum mampu bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang dilakukannya. Misalnya, untuk sekolah, makan, dan kehidupan sehari-hari masih sangat bergantung pada orangtua.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*