Artikel Terbaru

Hentikan Korupsi

Hentikan Korupsi
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Minggu ini, berbagai media di Indonesia diramaikan berita temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atas terhentinya pembangunan 34 proyek pembangkit tenaga listrik di era Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Presiden Joko Widodo, beberapa proyek itu ada yang bisa dilanjutkan dengan anggaran tambahan, namun ada yang tidaak dengan potensi kerugian negara triliunan rupiah. Hasil temuan ini, rencana akan diajukan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lewat Seruan Pastoral KWI 2016, “Stop Korupsi: Membedah dan Mencegah Mentalitas serta Perilaku Koruptif,” hasil Sidang Tahunan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pada November ini, topik korupsi hangat kembali. Para Uskup menyadari bahwa perilaku koruptif telah merusak kehidupan masyarakat, baik bisnis, pemerintahan, lembaga negara, bahkan Gereja.

Para Uskup juga menyadarkan umat bahwa perilaku koruptif bisa muncul dalam setiap individu lewat gaya hidup yang tak seimbang dengan penghasilan; sifat rakus; serta moral dan iman yang lemah. Lunturnya nilai kejujuran; lemahnya penegakan hukum; dan pembelokan budaya solidaritas juga ikut mendorong korupsi.

Gereja sebenarnya telah menyoroti soal korupsi sejak 1970 dalam Pedoman Kerja Umat Katolik Indonesia, Desember 1970. Lewat seruan anti korupsi, kita patut mengapresiasi kejujuran Gereja yang sadar bahwa perilaku koruptif juga ada dalam lingkungan Gereja, misal dalam penggunaan anggaran yang tidak jelas, penggelembungan anggaran proposal, penggunaan bonfiktif, permintaan komisi atas pembelian barang, dan yang lain.

Untuk mengatasi hal itu, para Uskup telah memberikan solusi dengan penerapan sistem yang transparan, akuntabel, dan kredibel dalam pengelolaan anggaran Gereja. Semoga lewat seruan dan penerapan sistem ini, Gereja bisa menjadi teladan bagi komunitas lain, serta bisa semakin tegas meneriakkan, “Stop korupsi!”

Redaksi

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*