Artikel Terbaru

St Martinus (335-397): Solidaritas Umat di Embaloh

[commons.wikimedia.org]
St Martinus (335-397): Solidaritas Umat di Embaloh
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comPada musim dingin di Kota Amiens, Prancis, seorang perwira Romawi jatuh hati pada seorang pengemis malang yang kedinginan di pintu gerbang kota. Ia rela memotong mantel kebesarannya untuk si pengemis.

Sejak berusia 15 tahun, Martinus telah menjadi anggota militer Kerajaan Romawi. Ia ditempatkan di Aimens, Prancis. Sebagai seorang tentara kota, patroli di dalam kota dan sekitar tembok batas kota menjadi rutinitasnya.

Perjumpaan dengan seorang pengemis malang di gerbang Kota Aimens, mengubah hidup Martinus. Pengemis yang sedang kedinginan itu menjadi undangan nyata baginya untuk berjumpa dengan Yesus.

Perbuatan kasih yang ia lakukan kepada si pengemis, ternyata ia lakukan juga bagi Yesus. Dalam penglihatan, ia melihat Yesus dan sejumlah malaikat datang menjumpainya. Yesus mengenakan mantel setengah potong yang sama dengan bagian mantel yang diberikan kepada si pengemis. Kapada para malaikat, Yesus berkata, ”Martin, seorang katekumen memberikan mantel ini kepadaku.”

Saat berumur 20 tahun, terjadi perang antara tentara Romawi melawan satu suku yang berusaha menyerang Prancis. Martinus terpilih menjadi salah satu tentara yang ditugaskan untuk membela negaranya. Akan tetapi, tiba-tiba muncul kesadaran dalam dirinya bahwa sebagai seorang Kristiani, ia tidak bisa lagi menjadi tentara. Maka, di hadapan Raja Yulianus, ia berkata, ”Sampai saat ini, saya sudah melayanimu sebagai seorang tentara. Sekarang, izinkanlah saya melayani Kristus. Untuk itu, berikanlah tugas melawan musuh ini kepada yang lainnya. Saya adalah tentara Kristus. Menurut hukum kami, berperang itu dilarang.”

Mendengar kata-kata Martinus ini, Raja Yulianus marah. Ia menuduh Martinus penakut. Martinus menjawab, ”Saya bersedia ditempatkan di garis depan besok, tanpa senjata sama sekali. Saya akan maju sendirian untuk melawan musuh dalam nama Kristus.” Akibat perlawanannya terhadap raja, ia ditangkap dan dipenjarakan.

Solidaritas umat Embaloh
Menjadi tentara Kristus mempunyai tugas berperang melawan penindasan, bukan membunuh manusia. Martinus telah menegaskan hal ini di depan raja. Bahkan, semangat yang sama pun ia hayati dalam kehidupannya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*