Artikel Terbaru

Gereja Katolik, Sarana Keselamatan

Altar gereja Katolik. [firstchurchgurnee.com]
Gereja Katolik, Sarana Keselamatan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDalam khotbah, seorang romo mengatakan bahwa Gereja Kristen juga termasuk Tubuh Kristus. Benarkah? Dulu, dalam pelajaran agama, kami diajari bahwa Gereja Katolik Roma adalah satu-satunya Gereja Kristus yang sah. Mengapa sekarang berubah? Kalau Gereja Kristen juga termasuk Tubuh Kristus, apa bedanya Gereja Kristen dengan Gereja Katolik sebagai sarana keselamatan? Mohon penjelasan.
Valentina Lina, Jakarta

Pertama, benar pernyataan Romo itu bahwa Gereja Kristen pada umumnya termasuk dalam Tubuh Mistik Kristus. Inilah ajaran resmi Gereja Katolik yang dinyatakan oleh Konsili Vatikan II dalam Lumen Gentium no 8: “Gereja (Kristus) itu, … berada dalam Gereja Katolik …” Kata ”berada dalam” (Latin: subsistit in) digunakan secara sengaja dan diputuskan melalui voting. Kata tersebut dipilih untuk menggantikan kata “adalah” yang bernada eksklusif. Secara harafiah kalimat itu berarti bahwa Gereja Katolik bukanlah satu-satunya Gereja Kristus, tetapi ada Gereja-gereja lain yang juga termasuk dalam Gereja Kristus atau Tubuh Mistik Kristus. Kalimat ini merupakan pengakuan akan adanya kenyataan gerejawi dalam dunia non-Katolik.

Memang benar, ajaran Konsili Vatikan II merupakan perkembangan dari ajaran sebelumnya, yaitu bahwa Gereja Katolik Roma adalah satu-satunya Gereja Kristus yang sah. Misalnya, Paus Pius XII, dalam ensikliknya Mystici Corporis (1943) dan sekali lagi dalam ensiklik Humani Generis (1950) menegaskan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah hal yang satu dan sama. Perkembangan ajaran ini merupakan hasil permenungan para Bapa Konsili Vatikan II yang ditegaskan bersama dengan hasil yang meyakinkan.

Kedua, pengakuan keberadaan Gereja Kristen sebagai bagian dari Tubuh Mistik Kristus dinyatakan secara eksplisit dalam pengakuan adanya “unsur-unsur pengudusan dan kebenaran” di luar Gereja Katolik. Inilah prinsip ekumenisme Katolik. Perlu diketahui bahwa dokumen Lumen Gentium disahkan pada hari yang sama, 21 November 1964, dengan Dekrit tentang Ekumenisme. Dalam pidato pada pengesahan kedua dokumen, Paus Paulus VI menjelaskan bahwa ajaran tentang Gereja dalam Lumen Gentium harus dimengerti dengan penjelasan lebih lanjut yang diberikan dalam Dekrit tentang Ekumenisme (Unitatis Redintegratio atau UR).

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*