Artikel Terbaru

Penghormatan Relikwi

Relikwie Dominika Savio. [dominik.salezjanie.pl]
Penghormatan Relikwi
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comKetka kami ziarah ke Eropa, beberapa tempat ziarah menjual relikwi orang suci, misalnya relikwi Santa Faustina, Santo Pio dari Pietrelcina, Beata Francesco dan Beata Yasinta dari Fatima. Apakah itu relikwi? Apa dasar ajaran imannya? Apakah relikwi itu tidak sama dengan jimat? Mohon penjelasan.

Anna Maria Anawati, Surabaya

Pertama, relikwi (Ing: relics) berarti peninggalan. Peninggalan orang kudus ini bisa berupa sisa-sisa tubuh atau benda-benda yang pernah mereka gunakan, atau kain yang pernah ditempelkan di sisa-sisa tubuh mereka. Sudah sejak zaman para rasul, ada penghormatan (devosi) kepada badan atau sisa-sisa badan dari para martir atau orang-orang yang dikenal sebagai orang yang hidupnya kudus. Penghormatan itu juga diarahkan kepada makam dan tempat-tempat yang terkait dengan orang kudus itu selama hidup mereka, atau kepada benda-benda yang pernah mereka gunakan.

Kedua, penghormatan kepada sisa-sisa tubuh orang kudus mengalir dari kepercayaan bahwa badan insani kita adalah kenizah Roh Kudus. Badan inilah yang telah dikuduskan oleh Sakramen Baptis dan oleh sakramen maupun sakramentali lainnya. Juga harus diingat bahwa badan inilah yang akan diubah dalam kemuliaan pada kebangkitan akhir kelak. Ini berarti bahwa kita harus selalu memperlakukan secara hormat badan saudari-saudara kita yang sudah beristirahat dalam Kristus.

Relikwi yang paling penting ialah benda-benda yang terkait dengan hidup dan sengsara Tuhan, misalnya salib, paku yang digunakan untuk menyalibkan Yesus, kain kafan, kain peluh, makam, palungan, rumah-Nya, dll. Perjanjian Baru memberikan contoh penghormatan ini berkaitan dengan saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus: “Oleh Paulus Allah mengadakan mukjizat yang luar biasa, bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.” (Kis 19:11-12). Dari praksis ini muncul juga penghormatan kepada benda-benda yang pernah digunakan oleh santo atau santa.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*