Artikel Terbaru

Pacaran yang Sehat

[christinthecity.wordpress.com]
Pacaran yang Sehat
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Beberapa waktu yang lalu saya dan teman-teman diminta mengisi sebuah rekoleksi di sebuah sekolah menengah umum di Surakarta. Rekoleksi tersebut bertemakan pendidikan seksualitas. Topik ini adalah sebuah topik yang pasti diminati semua orang, tidak terkecuali remaja. Tentu saja, masalah seksualitas bagi mereka adalah sebuah dunia imajinasi yang begitu menggoda dan menantang untuk didalami dan dieksplorasi.

Mereka penasaran dan ingin tahu untuk menyentuh bahkan jika mungkin memegangnya dengan erat. Karena begitu imajiner maka hal itu menimbulkan sebuah sensasi yang rasanya tak akan habis direguk kenikmatannya tanpa mempertimbangkan berbagai risiko yang kemungkinan akan muncul.

Bagi orangtua dan guru, ini menjadi sebuah kecemasan tersendiri sehingga berusaha untuk mengatasinya dengan berbagai cara. Dari memberi pengetahuan, mendiskusikan, hingga dengan ancaman dan batasan-batasan yang begitu kaku untuk diterapkan, apalagi sekadar dibahas. Namun, kesadaran bahwa topik ini penting untuk diangkat dan dibahas secara ilmiah, karena itu dilakukanlah seminar, diskusi, talkshow hingga rekoleksi bahkan retret bagi para remaja. Menariknya, bagi para remaja tersebut, pacaran adalah sebuah media yang sangat mengasyikkan untuk mengeksplorasi tentang seks. Bahkan, pacaran dipandang sebagai sebuah study club, yaitu belajar bersama dan bereksperimen bersama. Tentu saja ini sangat menakutkan bagi orangtua.

Begitu mencemaskannya hingga pada satu hari seorang teman bercerita betapa kagetnya ia ketika anak sulungnya, seorang cowok, meminta izin berpacaran. Spontan sang ibu menunjukkan kekagetan dan tentu saja penolakan dengan berbagai alasan. Kekhawatiran dan kecemasan lebih dominan dirasakan sehingga tidak mampu lagi berpikir tentang hal-hal lain. Bisa dibayangkan, bagaimana kejadian selanjutnya. Sang anak marah dan memutuskan pembicaraan serta merasa bahwa orangtuanya tidak memahami dunianya dan kaku dalam memandang keputusannya ini. Padahal, dari sudut pandang anak, pacaran akan memberikan motivasi dan gairah belajar dan semangat bersekolah. Si anak merasa bahwa dari sisi usia sudah cukup untuk berpacaran karena teman-temannya pun banyak yang melakukannya, dan sebentar lagi ia akan masuk Perguruan Tinggi. Jadi, menurut si anak, apa yang salah dari keinginannya tersebut?

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*