Artikel Terbaru

Berteman dengan Orang yang Sulit

[thehypebomb.com]
Berteman dengan Orang yang Sulit
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Hidup ini memang warna-warni dan sangat meriah. Warna-warni dan kemeriahan ini tidak hanya karena begitu banyak problem manusia, dinamika hidup manusia, namun juga kebahagiaan dan kesedihan yang dialami. Di antara berbagai warna-warni hidup itu, tentunya yang juga ikut mewarnai adalah keberadaan teman, sahabat, orang-orang yang support atau tidak support kita. Ini semua tentu saja akan membuat hidup menjadi lebih kaya oleh berbagai warna yang memberikan torehan yang tentu saja akan sangat berarti untuk menumbuhkan diri dan jiwa kita.

Di antara berbagai warna itu, keberadaan teman dan sahabat tentu saja akan sangat berarti. Dalam hidup dan dalam dunia kerja, keberadaan mereka akan menjadi suatu dorongan mental tersendiri. Memang tidak semua teman akan cocok atau sesuai dengan diri kita, di antaranya selalu akan ada orang yang sering membuat jengkel, membuat marah bahkan kecewa yang tidak akan pernah usai. Atau mungkin saja keberadaan mereka serasa membuat hidup ini penuh dengan kesusahan, kesulitan serasa di neraka (mungkin). Ada banyak hal yang mereka lakukan untuk sekadar membuat hidup kita menjadi sulit, dengan menyebarkan gosip buruk, menjelek-jelekkan diri kita, atau bahkan menjadi batu sandungan bagi karir atau hidup kita sendiri. Tentu saja ini menjadi beban psikologis tersendiri.

Sahabat dalam makna tertentu berbeda dengan teman. Sahabat adalah orang yang lebih dekat dengan diri kita, tempat kita berbagi senang dan susah, yang selalu siap memberikan support,yang akan mengkritik, mengingatkan dan juga mendampingi dalam berbagai peristiwa tertentu hidup kita. Sedangkan relasi teman bersifat lebih cair dan kemungkinan tidak akan menempati tempat khusus dalam hidup kita. Ia hadir karena sebagai makhluk sosial kita akan selalu berinteraksi dengan siapa saja. Ia hadir sebagai pelengkap hidup karena memang pekerjaan menuntut kita untuk berhubungan dengannya. Pelengkap dalam hal ini tidak hanya sekadar tempelan, namun juga ikut ‘menyemarakkan’ hidup kita.

Karakter teman tentu saja bermacam-macam, ada teman yang bisa diajak bekerja sama, berbagi tugas dan tanggung jawab, berbagi pengetahuan dan pengalaman, dan memiliki kesediaan untuk membantu tugas dalam batas tertentu. Namun ada juga teman yang justru selalu menjadi batu sandungan bagi kita sendiri. Ia justru hadir seakan-akan untuk melukai perasaan kita, membuat batin kita tersiksa, membuat kita tidak bisa tidur nyenyak bahkan bisa saja mengancam karir dan kehidupan kita. Kadang karena tidak tahannya kita dengan kehadiran mereka (dia), kita bahkan rela pindah pekerjaan daripada satu atap atau satu ruang dengannya. Namun yang menjadi persoalan adalah bagaimana jika kita tidak mungkin lagi untuk berpindah karena berbagai alasan?

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*