Artikel Terbaru

Santo Domenico Savio: Santo Muda Pelindung Remaja Putra

Para siswa “Ekskul Gitar” SMP Domenico Savio berpentas dalam kegiatan sekolah. [Dok.SMP Domenico Savio]
Santo Domenico Savio: Santo Muda Pelindung Remaja Putra
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – “Lebih baik mati daripada berbuat dosa!” Ini adalah semboyan Domenico Savio yang terus ia hayati sepanjang hidupnya. Di usia muda, ia telah berbuat banyak hal bagi orang muda.

Kiprah Santo Domenico Savio ini menjadi inspirasi SMP Domenico Savio Semarang, Jawa Tengah, hingga mengangkatnya sebagai pelindung. Menurut Kepala SMP Pangudi Luhur Domenico Savio, Bruder Antonius Paryanto FIC, semboyan Santo Domenico ini mengandung arti, manusia mampu mengendalikan diri dari perbuatan yang mengarah pada dosa yang bertentangan dengan hati nurani.

“Hal ini juga menjadi pedoman bagi domsavian (para pengikut teladan Domenico Savio). Kami menanamkan pada anak didik untuk takut berbuat dosa dan memilih untuk melakukan perbuatan yang sesuai dengan hati nurani dan nilai-nilai luhur,” ujar Bruder Anton. Semboyan ini juga dimunculkan di atas patung Santo Domenico Savio yang diletakkan di depan SMP Pangudi Luhur Domenico Savio. Nama “Domenico” dalam bahasa Italia berarti “milik Tuhan”.

“Meskipun Domenico masih muda, tetapi sudah memiliki spiritualitas. Ada empat spiritualitas yang ia punyai,” jelas Bruder Anton. Pertama, sering mengaku dosa dan menerima komuni kudus. Kedua, menyucikan hari pesta para kudus dengan mengikuti Perayaan Ekaristi. Ketiga, menjalin kedekatan dengan Yesus dan Bunda Maria. Maka, diharapkan bila menghadapi situasi sulit para domsavian juga memohon pertolongan pada Yesus dan Bunda Maria. Keempat, lebih baik mati daripada berbuat dosa. Suatu perbuatan yang mudah diucapkan, tetapi sulit dilaksanakan.

Sementara keinginan kuat Santo Domenico Savio untuk bersekolah diharapkan menjadi teladan bagi para murid SMP Domenico Savio. Untuk mendukung hal ini, ada empat pilar yang menjadi pedoman bagi lembaga pendidikan yang dikelola bruder-bruder Fratres Immaculatae Conceptionis Beatae Mariae Virginis (FIC) ini.

Empat pilar tersebut adalah intelektualitas, sosialitas, humanitas, dan religiositas. Ini adalah daya penggerak bagi para domsavian. “Anak-anak di sini memiliki semangat belajar dan membaca yang tinggi. Mereka juga memiliki kepekaan kepada sesama yang menderita. Di samping itu, mereka bergaul dengan siapa pun tanpa membedakan, seperti teladan Santo Domenico Savio.”

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*