Artikel Terbaru

Pengalaman Mati Suri

[mharjipes.com]
Pengalaman Mati Suri
3 (60%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.comSeorang tetangga saya sudah mati selama beberapa jam. Ketika sudah siap-siap dimandikan, ternyata dia hidup kembali. Dia menceritakan banyak hal tentang pengalaman mati beberapa jam itu. Sesudah itu, dia sungguh berubah, dari seorang yang hidupnya amburadul menjadi orang yang sungguh taat beragama. Apakah itu benar-benar mati? Apakah ini adalah peneguhan adanya hidup kekal? Menurut iman kita, bagaimana kita menyikapi cerita-cerita yang dikatakannya?
Vincentius Sugiyat, Blitar

Pertama, yang Anda rujuk dalam pertanyaan itu disebut pengalaman mati suri. Dalam hal ini, kita bisa membedakan antara kematian klinis dan kematian biologis. Kematian klinis ditandai oleh hilangnya tanda-tanda kehidupan, seperti misalnya detak jantung, pernapasan, kesadaran, dan juga hilangnya aktivitas gelombang otak. Alat-alat pendeteksi medis akan menunjukkan garis mendatar. Kematian biologis adalah kematian jasmani yang tidak dapat ditolak dan dialami oleh setiap orang. Mati suri adalah pengalaman kematian klinis, tetapi belum kematian biologis. Pada kebanyakan orang kematian klinis langsung diikuti oleh kematian biologis.

Kedua, beberapa orang mengalami mati suri. Biasanya orang-orang ini dinyatakan secara klinis sudah mati tetapi kemudian hidup kembali. Banyak kemiripan cerita-ceerita yang dikatakan. Antara lain, bahwa mereka sadar bahwa sudah meninggal, melihat orang-orang yang hidup, dan melihat tubuhnya sendiri yang ditangisi saanak keluarga dan sahabat. Banyak dari mereka yang dibawa masuk ke dalam terowongan yang gelap tetapi pada ujung sana ada terang. Kemudian juga bertemu dengan orang-orang yang mereka kasihi yang sudah meninggal, termasuk para malaikat. Banyak juga yang melihat taman yang serba indah dan membahagiakan, mendengar nyanyian para malaikat, dan aneka ungkapan kebahagiaan dan kedamaian. Bahkan, beberapa juga mengungkapkan mereka bisa melihat kembali seluruh hidup mereka dan menilainya. Tetapi, kemudian dengan satu dan lain cara mereka diajak kembali masuk ke dalam tubuh mereka dan hidup kembali di dunia.

Pengalaman mati suri tidak bisa dijadikan bukti yang tak terbantahkan akan adanya hidup kekal atau tentang bagaimana hidup kekal itu berlangsung. Bagi orang yang tidak percaya akan adanya hidup kekal, mereka menganggap pengalaman-pengalaman itu tak lebih sekadar ungkapan psikologis dari keinginan akan hidup kekal. Tetapi, bagi orang yang percaya akan adanya hidup kekal, cerita-cerita itu meneguhkan iman kepercayaan mereka. Paling tidak, cerita itu adalah indikasi akan adanya hidup kekal.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*