Artikel Terbaru

Trauma terhadap Mantan Pacar

[Ilustrasi/HIDUP]
Trauma terhadap Mantan Pacar
4 (80%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comPengasuh Yth, Enam bulan yang lalu saya (27) menjalin hubungan khusus (pacaran) dengan seorang pria. Pria itu sekantor dengan saya. Meski demikian, saya tidak begitu mengenal pribadinya. Yang saya tahu, dia pendiam dan jarang berkumpul dalam acara-acara bersama.

Saat dia menyatakan perasaannya, saya tidak langsung menanggapinya. Jujur, dia bukan tipe pria ideal saya. Namun, dari hari ke hari, saya merasa mulai ada perhatian padanya. Sekitar dua minggu kemudian, dia kembali menyatakan perasaannya dan saya katakan kepadanya: ”Tidak ada salahnya kita coba jalan bareng. Tapi, jangan menuntut kepastian dulu karena saya belum cukup mengenalmu… Dirimu juga belum tahu siapa aku.”

Sejak itu, kami mulai sering bertemu berduaan, saling telpon, dan berkirim sms. Berbagai warna dan denyut perasaan berbunga-bunga ternyata bisa kami hayati bersama. Boleh dikata, selama itu di antara kami tak pernah terjadi problem maupun konflik yang berarti.

Tetapi, menjelang tiga bulan kami menjalin kedekatan yang terasa kian mendalam, tiba-tiba terjadi kegoncangan. Siang itu, dia menemui saya dengan ekspresi kemarahan yang meledak-ledak. Penyebabnya, dia cemburu. Menurutnya, cinta saya tidak terfokus padanya.

Sebenarnya hal ini tidak benar. Saya memang dekat dengan beberapa pria, tetapi kedekatan itu sebatas keakraban, bukan asmara. Pada detik itu, saya sangat tersinggung, terpukul, terpojok, dan rasa cinta yang mulai ada sontak berubah menjadi kebencian.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*