Artikel Terbaru

MRT Keluarga Katolik

Alexander Erwin Santoso MSF
[HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]
MRT Keluarga Katolik
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comKursus Persiapan Perkawinan (KPP) direvisi menjadi Membangun Rumah Tangga (MRT). Ada 12 topik yang telah ditetapkan sebagai persiapan calon keluarga Katolik ideal.

Awal 2016, Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo minta Komisi Kerasulan Keluarga Keuksupan Agung Jakarta (KAJ) merevisi total modul KPP. KPP yang telah berjalan sekian puluh tahun terasa tak lagi menarik, kurang berfaedah, dan hanya sebagai prasyarat calon pasangan suami istri (pasutri) menjalani Pemeriksaan Kanonik.

Mendapat mandat itu, Komisi Kerasulan Keluarga KAJ segera membentuk tim khusus untuk mempersiapkan revisi materi KPP. Alhasil terbentuklah modul baru persiapan perkawinan dengan nama MRT. Apa fungsi MRT? Apakah MRT bisa menyiapkan calon keluarga Katolik ideal? Berikut petikan wawancara dengan Ketua Komisi Kerasulan Keluarga KAJ, Romo Alexander Erwin Santoso MSF.

Bagaimana proses MRT terbentuk?

Setelah mendapat tugas dari Mgr Suharyo, kami membentuk tim khusus untuk mempersiapkan revisi materi KPP. Tim ini mulai bekerja akhir Januari 2016. Pada Senin, 2 Mei 2016, tim mempresentasikan konsep revisi KPP yang sudah siap sekitar 70 persen kepada Kuria KAJ. Syukur, konsep yang dilahirkan ini disetujui. Selanjutnya, diadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengundang perwakilan pengajar KPP atau pengurus Seksi Kerasulan Keluarga (SKK) di Paroki-paroki KAJ. FGD diadakan pada 23 dan 26 Mei, serta 3 Juni.

Tujuan FGD adalah mendapatkan masukan-masukan dari Paroki guna perbaikan modul baru KPP. Harapannya, kami memperoleh masukan mengenai bahan mana yang menarik, yang tidak menarik, dan yang perlu ditambahkan atau malah ditiadakan. Selain itu, kami ingin mendapatkan input bagaimana program persiapan perkawinan bisa menarik dan menjadi bekal yang berguna bagi calon pasutri.

Siapa saja yang tergabung dalam tim khusus?

Anggota tim khusus dipilih secara khusus dari setiap Dekanat oleh Komisi Kerasulan Keluarga KAJ. Jadi bukan mereka menawarkan diri, tapi kami memilih berdasarkan spesifikasi ilmu dan keahlian mereka. Ada praktisi, dokter, ekonom, dan psikolog. Tugas tim khusus ini adalah menyusun kembali modul-modul KPP yang direvisi menjadi modul MRT.

Hasilnya, sekarang ada dua buku, yaitu satu untuk fasilitator dan satu lagi untuk word book atau buku pegangan bagi calon pasutri. Dari evaluasi dan beberapa kali pertemuan, kami menyepakati 12 tema yang akan dijadikan bahan MRT. Pada dasarnya, tema-tema itu berangkat dari hasil studi kepustakaan lewat beberapa sumber bacaan yang dipilih secara khusus. Tema-tema yang dibuat tentu melalui revisi berkali-kali dengan berbagai pertimbangan. Itu semua berkat 14 orang yang masuk dalam tim khusus tersebut.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*