Artikel Terbaru

Maria dan Tri Tunggal Mahakudus

[frederickerick32.blogspot.com]
Maria dan Tri Tunggal Mahakudus
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSetiap kali kita mendoakan rosario, kita selalu menyebut hubungan Bunda Maria dengan Allah Tritunggal Mahakudus, yaitu Salam Putri Allah Bapa, Salam Bunda Allah Putra, dan Salam Mempelai Allah Roh Kudus. Sepengetahuan saya, Maria selalu dikaitkan dengan Yesus, tetapi jarang dengan Allah Tritunggal, kecuali dalam doa rosario. Bagaimana kita bisa memaknai hubungan erat antara Bunda Maria dengan Allah Tritunggal Mahakudus untuk hidup rohani kita sekarang? Mohon pencerahan.
Lely Suryaningsih, Denpasar

Pertama, memang benar Bunda Maria sering hanya dilihat dalam kaitan dengan Yesus, Putranya. Tetapi, relasi Bunda Maria dengan Yesus (penjelmaan dari Allah Putra) juga mengandaikan relasi dengan Allah Bapa dan Allah Roh Kudus. Ketiga salam pada awal doa rosario mengingatkan kita pada relasi yang sangat intim antara Bunda Maria dan Allah Tritunggal Mahakudus. Kedekatan Bunda Maria dengan kedua pribadi lain memang jarang diangkat, padahal hal ini termasuk dalam butir iman yang harus dipercayai dan sangat penting untuk pertumbuhan hidup rohani.

Kedua, Katekismus Gereja Katolik menunjukkan bahwa Bunda Maria terkait erat dengan Allah Tritunggal Mahakudus ketika kita berbicara tentang ”hidup yang kekal” atau surga. Katekismus menyatakan ”kehidupan yang sempurna bersama Tritunggal Mahakudus ini, persekutuan kehidupan dan cinta bersama Allah, bersama Perawan Maria, bersama para malaikat dan orang kudus, dinamakan ’surga’. Surga adalah tujuan terakhir dan pemenuhan kerinduan terdalam manusia, keadaan bahagia tertinggi dan definitif.” (No 1025) Bunda Maria sebagai manusia telah mencapai persekutuan dengan Allah Tritunggal ini di surga karena imannya yang gagah berani, harapannya yang tak tergoyahkan, dan kasihnya yang terus berkobar kepada Putranya. Bunda Maria secara total menghayati ziarah imannya dan dengan demikian mencapai apa yang dirindukan oleh setiap manusia, yaitu persekutuan hidup dan kasih dengan Allah Tritunggal Mahakudus.

Ketiga, arti penting relasi di atas terletak pada keteladanan yang diberikan oleh pribadi Bunda Maria dalam peziarahan iman menuju tujuan akhir kehidupan ini. Ini berlaku untuk setiap anggota umat manusia. Keteladanan ini mencuat jelas jika kita mempertimbangkan, bahwa setiap manusia diciptakan menurut citra dan keserupaan dengan Allah. Melalui pengandungannya yang tanpa noda dosa, Maria adalah citra Allah yang sempurna. Melalui iman, harapan, dan kasihnya, Maria menyempurnakan keserupaannya dengan Allah.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*