Artikel Terbaru

Pindah-pindah Gereja

(Ist)
Pindah-pindah Gereja
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSeorang sahabat saya aslinya memeluk agama Katolik, bahkan dia dibaptis sejak bayi. Tetapi kemudian dia berpindah ke Gereja Kristen Mawar Sharon. Sekarang ini, setelah dia menemukan pacar Katolik, dia ingin pindah kembali menjadi Katolik. Apakah dibenarkan? Bagaimana caranya? Apakah akan dibaptis ulang? Sebagai sahabat, apa yang harus saya lakukan? Mohon penjelasan.

Cicilia Andhyka, Tulungagung

Pertama, tentu memeluk sebuah agama tidak bisa disamakan dengan memakai sebuah baju yang dengan mudah ditukar satu dengan yang lain. Atau kadang agama dibandingkan dengan seorang pacar, yang bisa berganti-ganti, meskipun sudah ada relasi yang serius. Untuk memeluk agama dibutuhkan kesungguhan hati dan keseriusan, artinya perlu ada komitmen dari hati. Karena itu, sebagai sahabat Anda bisa mengajak dia merefleksikan secara sungguh apa makna agama bagi dirinya. Sejauh mana motivasi dan kesungguhan hatinya untuk memeluk kembali agama Katolik. Dibutuhkan pertobatan pribadi yang sungguh-sungguh menyesali kesalahan yang dilakukannya, yaitu tidak setia dan ingkar janji kepada Gereja Katolik. Perlu digali mengapa dia ingin menjadi Katolik kembali? Apakah karena keyakinan akan kebenaran-kebenaran ajaran Katolik, ataukah sekadar mengikuti pacarnya yang Katolik? Kiranya alasan karena pacarnya Katolik, belumlah merupakan alasan yang kuat, meskipun kita selalu menyambut gembira kembalinya ”anak yang hilang”. Kemantapan pertobatan dan menjadi anggota Gereja Katolik kembali harus didasarkan pada hal-hal obyektif dalam Gereja Katolik, dan bukan hanya ikut-ikutan.

Kedua, sahabat Anda tidak perlu dibaptis ulang, karena Sakramen Baptis hanya diberikan satu kali dan tetap sah meskipun orang itu sudah mengingkarinya. Sakramen Baptis memberikan meterai rohani yang tak terhapuskan. Meterai rohani itu tetap ada meskipun orang yang bersangkutan sudah pindah ke agama lain. Jadi, sahabat Anda tidak perlu dibaptis ulang.

Ketiga, meskipun tidak perlu dibaptis ulang, tentu tetap dibutuhkan proses rekonsiliasi untuk diterima kembali ke dalam agama Katolik. Hal ini tidak otomatis terjadi dan tidak begitu saja bisa dilakukan hanya secara individual, tetapi juga secara komunal. Proses pertobatan pribadi bisa dilakukan dengan bantuan pastor Paroki, misalnya mengungkapkan kesungguhan komitmen pada pastor paroki, dengan menjelaskan alasan-alasan mengapa mau menjadi Katolik kembali. Kiranya juga sangat menolong untuk mengenali alasan-alasan mengapa dia dulu meninggalkan agama Katolik.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*