Artikel Terbaru

Dari Mana Datangnya Setan?

[Sumber: beforeitsnews.com]
Dari Mana Datangnya Setan?
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comKalau Allah menciptakan seluruh alam semesta dalam keadaan baik, dari mana datangnya setan? Seringkali dikatakan, setan adalah malaikat yang memberontak dan kemudian dihukum. Di manakah kita dapat menemukan dasar ajaran ini dalam Kitab Suci? Di manakah bisa kita temukan uraian tentang penciptaan malaikat? Selain Mat 18:10, adakah dasar biblis lain tentang malaikat pelindung? Terima kasih.
Agatha Ariyani, Surabaya

Pertama, dalam Kitab Kejadian, tidak ada uraian tentang penciptaan malaikat. Ungkapan “menciptakan langit dan bumi” (Kej 1:1) berarti menciptakan seluruh alam semesta, lengkap dengan semua isinya. Memang tidak ada rincian tentang penciptaan malaikat. Tetapi bisa dikatakan, malaikat diciptakan pada awal dan mereka ini adalah roh murni. Para malaikat diciptakan dengan dilengkapi rahmat pengudus. Karunia-karunia yang mereka miliki sangat menonjol.

Kedua, dalam Kitab Kejadian juga tidak ada kisah kejatuhan malaikat ke dalam dosa dan kemudian menjadi setan. Hal ini hanya bisa disimpulkan secara tidak langsung dari uraian kitab-kitab lain, misalnya, dari 2 Ptr 2:4, “Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman.” Dari kata-kata Yesus sendiri: “Aku melihat iblis jatuh seperti kilat dari langit.” (Luk 10:18) Dan sekali lagi, Yesus menunjukkan jati diri setan: “Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.” (Yoh 8:44).

Dari ketiga ayat tersebut, kita bisa menguraikan bahwa malaikat diciptakan sejak awal mula (bdk “sejak semula” dalam Yoh 8:44). Mereka diciptakan dalam keadaan baik, tetapi “atas kehendaknya sendiri” (bdk 8:44) sebagian dari malaikat ini jatuh ke dalam dosa karena kesombongan mereka, yaitu ingin menjadi seperti Allah (bdk Yes 14:12-17; juga Kej 3:5 “… dan kamu akan menjadi seperti Allah …”). Roh-roh pemberontak ini kehilangan rahmat pengudus mereka. Di lain pihak, sebagian besar malaikat itu taat dan setia kepada Allah dan menikmati kebahagiaan abadi. Roh-roh pemberontak ini berperang melawan Mikhael dan malaikat-malaikatnya (Why 12:7-9). Roh pemberontak atau setan berusaha menyesatkan manusia, seperti tampak dalam peringatan St Petrus: “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh!” (1 Ptr 5:8.9).

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*