Artikel Terbaru

Pernikahan Satu Marga

[salon.com]
Pernikahan Satu Marga
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSaya adalah seorang wanita Katolik yang hendak menikah. Calon suami saya adalah seorang Protestan. Kami berdua saling mencintai, tetapi orangtua saya dan segenap keluarga tidak mengizinkan saya menikah dengan dia. Karena kami adalah keluarga dekat dan ibu saya satu marga dengan dia (dalam adat Batak Toba). Bagaimanakah saya harus bertindak dan menyikapi hal itu? Apa yang dikatakan KHK tentang itu? Mohon penjelasan Romo.
Desi Natalia Aritonang

Desi yang baik, pernikahan salah satunya adalah sarana untuk mengembangkan kekerabatan dan persaudaraan dengan lebih banyak orang. Ketika kita menikah, kita akan memperluas relasi dengan lebih banyak keluarga dan membangun sebuah keluarga besar yang baru. Keluarga yang baru akan membangun suatu keluarga yang lebih besar dan menyatukan banyak orang menjadi terhubung. Begitulah seterusnya.

Hal lain yang berkaitan dengan aturan/hukum perkawinan mengenai hubungan kekerabatan adalah bahwa Gereja memperhitungkan dan memasukkan faktor ilmu pengetahuan, khususnya berkaitan dengan faktor genetika, yang mengajarkan bahwa penurunan sifat dialami oleh keturunan dari kedua orangtuanya. Faktor ini menjadi alasan kuat bagi Gereja untuk mengatur perkawinan dengan pembatasan hubungan kekerabatan.

Coba Anda bandingkan dan ingat hukum genetika Mendel yang secara singkat menerangkan bagaimana sifat dapat lebih mungkin diturunkan jika terjadi perkawinan antara orang-orang yang berdekatan kekerabatannya. Salah satu kekhawatiran dalam hal ini adalah kemungkinan cacat yang lebih besar muncul dalam perkawinan orang yang berkerabat dekat seperti ini.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*