Artikel Terbaru

St Julianus dari Antinoe: Merawat Orang Miskin yang Sakit

St Julianus dari Antinoe dan Basilissa. [Tumblr.com]
St Julianus dari Antinoe: Merawat Orang Miskin yang Sakit
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Julianus dan istrinya, Basilissa, menjadikan rumah besar mereka sebagai rumah sakit bagi kaum miskin. Sekitar 1.000 pasien ditampung dan dilayani di rumah sakit yang mereka dirikan tersebut.

Kelimpahan materi yang dimiliki Julianus sebagai seorang bangsawan kaya, tak membuatnya lupa untuk melayani Tuhan dan sesama. Karena rasa cintanya yang besar pada Yesus Kristus, ia rela meninggalkan segala kemewahan duniawi yang ada pada dirinya. Apa yang ia miliki, ia jadikan sebagai sarana untuk melayani.

Keberanian untuk menjalani hidup sederhana di tengah tawaran kemewahan dunia dan kemauan untuk keluar dari kondisi mapan inilah yang diteladani secara pribadi oleh Uskup Purwokerto, Mgr Julianus Sunarka SJ. “Maka, dalam doa harian, saya selalu mengucapkan sebaris doa: Ya Santo Julianus, doakanlah kami. Supaya selalu diingatkan pada teladan santo pelindung saya itu,” ujar uskup kelahiran Dusun Japanan, Minggir, Sleman, Yogyakarta, 72 tahun silam ini.

Meskipun seorang petinggi Gereja, Mgr Narka selalu tampil sederhana dan membumi. Sebagai orang Jawa, Mgr Narka pun menyukai blangkon (tutup kepala laki-laki khas Jawa Tengah) gaya Solo sebagai bagian dari busananya sehari-hari. Ia kurang menyukai urusan protokoler dalam melayani umat. Ia lebih suka naik kendaraan umum jika bepergian. Kereta api menjadi pilihannya jika ada keperluan ke Jakarta. Ia pun sering naik becak. Alasannya sederhana, agar lebih mudah melakukan pelayanan pastoral.

Selain itu, setelah selesai memimpin Misa Natal di Gereja Katedral Kristus Raja Purwokerto dan beberapa gereja paroki lainnya tahun lalu, ia tidak larut dalam kemeriahan pesta Natal. Mgr Narka memilih untuk “mengasingkan diri” ke Rumah Retret Hening Griya, Baturaden, Keuskupan Purwokerto. Ia menjalani retret pribadi selama delapan hari, dalam suasana hening total. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai acara peziarahan rohani.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*