Artikel Terbaru

Ingin Pindah Sekolah

Ingin Pindah Sekolah
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDear Pengasuh, saya Monik, 18 tahun. Akhirakhir ini saya tidak kerasan lagi di sekolah dan ingin pindah. Salah satu faktornya adalah fasilitas sekolah tidak memadai. Namun keputusan saya ini sepertinya urung lagi karena kedekatan orangtua dengan pihak sekolah. Orangtua ingin saya bersekolah di sekolah sekarang karena merupakan sekolah Katolik. Sebagai anak, saya ingin bersekolah di tempat yang lebih berkualitas dan fasilitas yang lengkap. Bagaimana saya harus menjelaskan kepada orangtua saya perihal rencana saya ini. Terima kasih.

Monica, Jakarta

Salam kenal, Monica. Saya bisa membayangkan bagaimana rasanya ketika seorang siswa mengatakan tidak kerasan di sekolah sehingga terpaksa menjalani aktivitas dari hari ke hari di sekolah walaupun tidak suka. Pada banyak kasus, perasaan tidak kerasan menjadi awal penyebab terjadinya perilaku membolos maupun problem belajar lainnya.

Hidup memang butuh perencanaan yang matang untuk meminimalisir risiko yang tidak diinginkan, termasuk dalam pemilihan sekolah. Memahami secara detail kelebihan dan kekurangan dari sekolah yang akan dituju dan diskusi orangtua dengan anak sebelum mengambil keputusan, merupakan langkah yang lebih bijak. Namun seringkali idealisme tidak sesuai dengan kenyataan. Seseorang ingin melanjutkan studi ke sekolah favorit, namun gagal dalam proses seleksi; biaya dirasa terlalu mahal sehingga terpaksa masuk ke sekolah yang kurang diminati. Lantas apa yang perlu dilakukan?

Banyak jalan menuju kesuksesan. Belajar menerima realitas sekalipun tidak menyenangkan akan mendorong seseorang untuk cepat bangkit dari kegagalan maupun situasi sulit. Sukses tidak harus diraih hanya dengan bersekolah di sekolah favorit saja, tapi harus diperjuangkan dengan cara yang lain. Misal, tetap berprestasi dan berupaya untuk menjadi yang terbaik di kelas, kelak akan lanjut lagi ke jenjang sekolah yang lebih tinggi dan lebih baik kualitasnya. Pindah sekolah seringkali memunculkan masalah baru karena butuh adaptasi lagi, baik dengan teman, guru, sistem maupun model pembelajaran yang diterapkan, selain urusan administrasi keuangan.

Seharusnya sekolah adalah lingkungan aman untuk mendukung proses tumbuh kembang anak atau school well-being. Secara garis besar ada empat indikator. Pertama, kondisi sekolah dan lingkungan fisik sekitar maupun dalam sekolah, yang mencakup keamanan, kebersihan, ketenangan, layanan konseling bagi anak yang bermasalah dan layanan kesehatan (UKS). Kedua, hubungan sosial terkait dengan dinamika kelompok, hubungan antara guru dengan murid, antarteman maupun hubungan antara sekolah dengan keluarga. Ketiga, pengembangan diri, termasuk penghargaan sekolah terhadap hasil karya siswa, sarana untuk mengembangkan kreativitas. Empat, status kesehatan siswa.

Hasil penelitian menunjukkan, relasi dengan teman sebaya, guru ataupun relasi sekolah–keluarga berperan penting untuk kesejahteraan siswa. Kurang adanya penerimaan dari teman dan kurangnya “rasa memiliki” sekolah mengakibatkan seseorang menjadi tidak kerasan dan ingin segera keluar dari situasi tersebut. Kalau ini yang menjadi masalah, perlu upaya untuk meningkatkan keterampilan sosialnya karena di manapun ia bersekolah, akan muncul rasa kurang nyaman.

Jika sarana-prasarana sekolah dipandang minim, perlu upaya untuk bisa berprestasi dan menutup kekurangan yang ada dengan belajar mandiri, meningkatkan wawasan pengetahuan atau ikut aktivitas bimbingan belajar (bimbel) di luar sehingga kompetensi akademik bisa berkembang dan kelak bisa lanjut ke jenjang pendidikan di sekolah yang diminati. Prinsipnya adalah fokus pada kekuatan yang ada di sekolah tersebut dan yang Anda miliki sambil terus berupaya untuk mengatasi kekurangan yang ada. Cobalah untuk bisa saling memahami agar memunculkan dukungan sehingga bisa meminimalisir tekanan yang dialami. Salam kasih dan Berkah Dalem.

Praharesti Eryani

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 14 Tanggal 3 April 2016

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*