Artikel Terbaru

Via Dolorosa, Menyusuri Jalan Penebusan

Rombongan peziarah memulai Jalan Salib di Via Dolorosa.
[NN/Dok. SC Holiday]
Via Dolorosa, Menyusuri Jalan Penebusan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comMenapaki lorong-lorong Via Dolorosa berarti menapaki kisah sengsara Yesus. Via Dolorosa, jalan derita menuju kebangkitan Paskah.

Usai makan malam, Romo Laurentius Tueng OFM mengingatkan kami agar segera beristirahat. Esok pagi, kami mesti bangun lebih awal pukul 04:00 untuk memulai peziarahan. Bukan lantaran tempat ziarah yang berjarak jauh, melainkan untuk menghindari keramaian pasar.

Para peziarah yang mendengar seruan Romo Laurentius nampak serius menyimak instruksi sang romo yang menjadi pembimbing rohani peziarah. Beberapa peziarah yang sudah selesai makan malam pun segera beringsut pamit untuk beristirahat di kamar. Malam itu kami beristirahat dan tak sabar menanti esok pagi tiba.

Pagi pun tiba Yerusalem masih terasa amat dingin. Namun hari itu kami telah bersiap melanjutkan peziarahan, melakukan prosesi Jalan Salib di tempat sama di mana dulu Yesus menapaki jalan yang sama sambil memanggul salib. Lokasi Jalan Salib berada di kota Yerusalem, Israel, lebih tepatnya berada di balik tembok kota Yerusalem Lama. Jangan dibayangkan tempat itu sebuah tempat seperti lazimnya lokasi Jalan Salib di tempat ziarah pada umumnya. Rute Jalan Salib ini berada di tempat umum, tempat orang melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk melalui sebuah pasar, dimana orang berlalu lalang dan ramai berjual beli kebutuhan sehari-hari.

Turun dari bus kami berjalan kaki masuk melewati gerbang St Stefanus yang berada di bagian timur kota Yerusalem Lama. Gerbang ini merupakan salah satu gerbang dari delapan gerbang yang ada di Kota Lama Yerusalem. Sekitar 200 meter dari pintu gerbang, kami berbelok ke kanan masuk ke dalam sebuah halaman. Di halaman ini sekitar 30 peziarah berkumpul memulai prosesi doa Jalan Salib.

Peziarah berdiri di sebuah halaman yang tidak terlalu luas. Ada satu bangunan kecil, yaitu Kapel Penyesahan. Menurut tradisi, di sinilah Yesus diinterogasi oleh Pilatus dan kemudian dijatuhi hukuman mati. Bangunan ini merupakan area Benteng Antonia dan sebuah tangga yang ditapaki oleh Yesus. Tangga asli itu kemudian dipindahkan oleh St Helena ke Roma, Italia.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*