Artikel Terbaru

A M Soedijono Eko: Tak Menyerah pada Usia Senja

Albertus Maria Soedijono Eko sedang di kebunnya.
[Antonius Wahyu Pradana MSF]
A M Soedijono Eko: Tak Menyerah pada Usia Senja
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSenja usia tak membuatnya berpangku tangan di rumah. Ia berpesan, “jangan pernah berhenti untuk melayani Tuhan dan sesama.”

Selembar papan tulis hitam bersandar di dinding rumah Albertus Maria Soedijono Eko. Beragam angka dan rumus masih menghiasi papan gelap itu. Rupanya Eko, demikian panggilan pemilik papan, sengaja tak menghapus tulisan itu. Angka-angka dan rumus itu masih akan dipakainya pada senja hari. Saat itu anak-anak di sekitar rumahnya datang dan menimba ilmu darinya.

Eko masih giat mengajar, kendati telah mencicipi senjakala usianya, tiga perempat abad. Tampaknya tak ada kata pensiun dalam kamus hidupnya. Begitu purna tugas dari lembaga pendidikan formal, Eko masih terus mengajar. Anak-anak tetangga dia bekali dengan ilmu eksata.

Mengajar, merupakan satu dari sejumlah aktivitas masa tuanya. Dia masih rajin mengurus kebun, melayani administrasi warga karena perannya sebagai Ketua Rukun Tetangga (RT), melayani imam sebagai prodiakon, dan mengurus jenazah. “Jangan pernah berhenti untuk melayani Tuhan dan sesama,” ungkapnya, tersenyum.

Setia Melayani
Tiga tahun setelah menuntaskan pendidikan di Sekolah Guru Atas, Eko mengajar di lembaga pendidikan formal sejak tahun 1966. Tak tanggung-tanggung, pria asal Boyolali, Jawa Tengah ini menggembleng para siswa di dua sekolah berbeda. Di Sekolah Keluarga (sejak tahun 2000 Berubah nama menjadi SD St Fransiskus) Boyolali, dia mengajar pada pagi hari. Ketika sore, Eko menempa para siswa di SMP Yohanes XXIII, Semarang.

Umat Paroki St Paulus Kleco-Solo, Keuskupan Agung Semarang ini sebetulnya sudah pensiun sejak 16 tahun silam. Namun pihak sekolah masih membutuhkan kehadiran dan perannya di kelas. Masa baktinya di dua sekolah itu pun bertambah tujuh tahun lagi. Jadi selama 41 tahun hidupnya, Eko mencurahkan seluruh jiwa, raga, dan pengetahuannya untuk sekolah.

Usia yang sudah senja tidak memadamkan bara semangat Eko berkarya bagi Tuhan dan sesama. Dia masih mengajar matematika untuk anak-anak tetangga, sanggup memikul cangkul dan mengendarai motor ke kebunnya, ringan tangan jika ada warga yang ingin mengurus administrasi dan berduka.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*