Artikel Terbaru

Adrianus Meliala: Dari Kompolnas Ke Ombudsman

Adrianus di ruang kerja Ombudsman Republik Indonesia.
[HIDUP/Christophorus Marimin]
Adrianus Meliala: Dari Kompolnas Ke Ombudsman
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comIa tetap ingin mengabdi kepada bangsa dan negara. Pengalaman menjadi korban kecelakaan pesawat membuat ia membulatkan tekad berkarya bagi sesama.

Adrianus Meliala belum merampungkan masa karyanya di Komisi Kepolisian Nasional. “Baru nanti bulan Mei selesai di Kompolnas,” katanya. Tapi tugas baru telah berada di pundak. Bersama delapan orang, ia dilantik Presiden RI Joko Widodo menjadi anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) periode 2016-2021 di Istana Negara, Jumat siang, 12/2.

ORI merupakan lembaga baru yang bertugas mengawasi pelayanan publik di negeri ini. Lembaga ini menerima pengaduan masyarakat terkait pelayanan publik, serta berupaya mencari jalan keluar dengan cara non-legal, atau tanpa melalui jalur hukum. “Ada banyak persoalan pelayanan publik yang bisa diselesaikan tanpa melalui jalur hukum. Beberapa waktu lalu, saya baru menyelesaikan masalah layanan publik dengan minum-minum kopi,” kata Adrianus saat ditemui pekan lalu di kantor ORI di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Ini membuktikan, lanjutnya, bahwa masih ada ruang-ruang yang bisa digunakan menyelesaikan persoalan publik tanpa harus melalui
jalur hukum.

Hari-hari setelah dilantik menjadi anggota ORI, Adrianus sibuk bukan kepalang. Di ruang kerjanya, berceceran buku dan aneka dokumen. “Belum satu bulan saja sudah seperti ini,” katanya sembari menunjuk tumpukan dokumen di lantai.

Adrianus mengaku, sebenarnya setelah menyelesaikan tugas di Kompolnas, ia ingin sekali kembali ke kampusnya, Universitas Indonesia. “Saya merasa sudah cukup.” Namun, beberapa rekan mendorong ia masuk ke ORI. Rekan-rekannya berkata bahwa insting pengawas sudah terbentuk dalam diri Adrianus. Insting ini susah dibentuk dan sayang jika ditinggalkan, atau bahkan di buang.

Pria kelahiran 28 September 50 tahun silam ini tak kuasa mengelak. Ia pun mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota ORI. Ada 200 orang lebih yang mengajukan diri menjadi anggota ORI. Integritas, keberanian, dan pengalaman Adrianus di Kompolnas membuat banyak pihak berharap ia bisa masuk dalam jajaran anggota ORI. Setelah melewati serangkaian tahap seleksi, Adrianus terpilih bersama delapan orang lain menjadi anggota ORI.

Pria yang meraih gelar Guru Besar Universitas Indonesia pada usia 34 tahun ini mengakui bahwa ia memang telah memiliki “nama”. “Tapi mencapai ‘punya nama’ itu tidak mudah, butuh kerja keras,” kata Adrianus. Kiprahnya di beberapa lembaga negara, menurut ayah tiga anak ini, membutuhkan waktu panjang. Tiga hal yang selalu ia pegang, yakni tidak melakukan pekerjaan sembarang, tidak menerima uang sembarang, dan tidak berperilaku sembarang. “Itu semua saya pegang sejak kuliah. Saya sudah mempersiapkan semua sejak muda. Pokoknya, jangan sampai nila setitik merusak susu sebelanga.”

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*