Artikel Terbaru

Sanggar Molas Balibelo: Penjaga Warisan Budaya Manggarai

Anggota Sanggar Molas Balibelo dalam Festival Teater Tradisional di Gedung Kesenian Jakarta Juli 2015.
[NN/Dok.Pribadi]
Sanggar Molas Balibelo: Penjaga Warisan Budaya Manggarai
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSebagai identitas sebuah suku bangsa, budaya perlu dijaga dan diajarkan ke setiap generasi. Budaya dilestarikan supaya akar budaya mereka bisa lestari.

Senyum sumringah menghiasi wajah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebentar-sebentar ia menoleh kepada istri nya, Ani Yudoyono yang berdiri di sisi kanannya,lalu keduanya serempak bertepuk tangan. “Mereka me nari dengan indah,” celetuk Ani Yudoyono. Kala itu SBY bersama rombongan istana mengunjungi Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka upacara Yubileum Gereja Katolik Keuskupan Ruteng pada 2012.

Rombongan SBY disambut secara protokoler kenegaraan, juga protokoler adat. Sanggar Molas Balibelo (SMB) mendapatkan kehormatan untuk menyambut mereka dengan tarian Tiba Meka. Tarian ini merupakan tarian adat untuk menyambut tamu terhormat yang diiringi dengan irama gong dan gendang. Usai pentas, Beatriks Alvionita Tulur merasa bahagia. Bukan karena ia menari di hadapan SBY tetapi karena SMB sudah memperkenalkan secuil kecil adat tanah Manggarai kepada Presiden.

Sadar Budaya
Awalnya, Yovita Erni Jem merasa aneh dengan terbatasnya sanggar seni budaya di Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai. Kalaupun ada, kelompok seni itu hanya muncul saat acara-acara tertentu saja. Tak tahan dengan situasi seperti itu, ia berikhtiar mendirikan sebuah sanggar seni budaya Manggarai.

Pada 2010, Erni bersama beberapa pencinta tari tradisional Manggarai dan teater di kota Ruteng merancang komunitas kecil yang memiliki kecintaan pada seni tradisi Manggarai. Gayung pun bersambut, ia bersama teman-temanya bersepakat membentuk sebuah sanggar seni dan budaya di Manggarai. Komunitas baru ini mereka namai Sanggar Molas Balibelo. Kata “Balibelo” merujuk pada mahkota yang biasa digunakan perempuan Manggarai dalam acara tradisional. Ketika memakai mahkota Balibelo wanita Manggarai selalu tampak anggun. Dengan kata lain, Balibelo melambangkan kecantikan lahir dan batin.

Setelah SMB berdiri, rumah Erni dijadikan sebagai home base sanggar. Sekali seminggu mereka berlatih mulai dari tarian, musik hingga teater. Jika ada undangan untuk mengisi sebuah acara, latihan diadakan tiga hingga empat kali sepekan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*