Artikel Terbaru

Raja Damai Songsong Sengsara

Mosaik yang dibuat sekitar abad XIII di Kapel Palatina, Palermo, Italia.
[zeno.org]
Raja Damai Songsong Sengsara
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comMinggu Palma menjadi kenangan peristiwa Yesus memasuki Yerusalem sebagai Raja Pembawa Damai. Saat itu juga, Sang Raja Damai mulai menyongsong sengsara-Nya.

Nabi Zakharia pernah menubuatkan tentang datangnya Sang Raja Damai. Raja itu akan datang memasuki kota Yerusalem dengan menaiki seekor keledai beban yang muda. “Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai Puteri Sion, bersorak-sorailah, mhai Puteri Yerusalem! Lihat, Rajamu datang kepadamu; Ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.” (Zakharia 9:9)

Nubuat itu berumur ratusan tahun sebelum mewujud dalam kenyataan. Gambaran Raja Damai yang datang memasuki Yerusalem mengendarai keledai digenapi ketika Yesus dielu-elukan sebagai Raja saat memasuki Yerusalem. Peristiwa inilah yang dalam tradisi Gereja kini senantiasa diperingati pada Minggu Palma, hari Minggu Prapaskah VI atau Minggu pembuka Pekan Suci sebelum Hari Raya Paskah tiba.

Kisah Kitab Suci
Penggenapan nubuat Nabi Zakharia itu dapat dilihat dalam cerita di keempat Injil. Terkait dengan penggunaan daun palma, para penulis Sinoptik–yaitu Matius, Markus, dan Lukas–mengisahkan kemiripan dalam peristiwa Yesus dielu-elukan sebagai Raja ketika memasuki Yerusalem. Dalam Matius 21:1-11, didapati cerita bahwa orang banyak menghamparkan pakaiannya di jalanan dan sebagian dari mereka juga memotong ranting-ranting pohon lalu menyebarkannya di jalanan (Mat 21:8). Tidak ada keterangan yang menunjuk daun palma yang dilambai-lambaikan di dalam kisah ini.

Hal senada juga ditemukan dalam Injil Markus. Dalam Markus 11:1-11, selain banyak orang menghamparkan pakaiannya di jalanan, penggunaan ranting-ranting yang disebarkan di jalanan diberi keterangan yang berwarna hijau dan yang mereka ambil dari ladang (Mrk 11:8).

Sedangkan dalam Injil Lukas keterangan mengenai ranting-ranting yang disebarkan di jalanan justru tidak muncul. Dalam Lukas 19:28-44, yang muncul hanyalah kisah orang banyak yang menghamparkan pakaiannya di jalanan (Luk 19:36).

Penggunaan daun palma hanya muncul di dalam Injil Yohanes. Kisah Yesus dielu-elukan memasuki Yerusalem dalam Injil Yohanes mempunyai perbedaan cukup menyolok dibanding tiga Injil Sinoptik. Dalam Yohanes 12:12-19, sama sekali tidak diberi keterangan apapun mengenai orang banyak yang menghamparkan pakaiannya dan menyebarkan ranting-ranting pohon di jalanan untuk menyambut kedatangan Yesus. Hanya keterangan bahwa orang banyak mengambil daun-daun palma dan berbondong-bondong menyongsong Yesus bisa dibaca dalam Yohanes (Yoh 12:13). Tidak ada keterangan apakah daun-daun palma itu dihamparkan di jalanan atau dilambai-lambaikan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*