Artikel Terbaru

Minggu Palma Tanpa Daun Palma

Pengrajin asal Meksiko menjajakan anyaman janur menjelang Perayaan Minggu Palma.
[mexicoretold.com]
Minggu Palma Tanpa Daun Palma
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comMinggu Palma, awal Pekan Suci, dirayakan dengan beragam kreasi. Ragam upacara suci ini mengungkapkan keindahan dalam iman dan Roh yang sama.

Pasar-pasar tradisional di Meksiko ramai oleh para penjual pucuk daun kelapa dan janur, satu atau dua hari sebelum Minggu Palma. Tak cuma menjual janur “mentah”, mereka menjajakan janur yang telah dianyam. Anyaman itu berbentuk salib Yesus, mahkota duri, bahkan Maria Guadalupe, pelindung Meksiko. Hiasan bunga atau pita dipasang di anyaman itu sebagai “pemanis”. Banyak paroki memesan kerajinan janur dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada umat dan menghiasi gereja. Perayaan Minggu Palma (Domingo de Ramos) itu menjadi berkah bagi para pengrajin hiasan janur.

Seni merangkai janur menjelang Minggu Palma juga ada di Elche, Spanyol. Hasil karya para pengrajin dipamerkan dan dilombakan. Umat Katolik di Spanyol juga membawa ranting pohon zaitun dan menghiasinya dengan permen dan kertas berwarna-warni.

Jodoh dan Penyembuhan
Domingo de Ramos merupakan peristiwa sukacita bagi umat Katolik Meksiko. Umat bergembira karena Yesus masuk ke kota mereka. Jalan-jalan menuju gereja dibuat semarak dengan umbul-umbul, daun kelapa, pohon rosemary dan chamomile, serta menutup jalanan dengan kain alfalfa yang mahal harganya.

Usai Misa Minggu Palma, mereka berburu panganan, seperti arroz con leche (pudding beras), kacang-kacangan, dan minuman Jamaikan (dari bahan bunga kembang sepatu merah kering). Ada juga upacara saling melempar kulit telur (dencascarones). Setiap kiosko (gazebo) memutar lagu diikuti paseo (tarian tradisional).

Paseo menjadi kesempatan bagi anak muda menggaet pasangan. Mereka percaya, memilih pasangan ketika Minggu Palma akan mendapat berkat. Jika ada pemuda yang menyukai seorang pemudi, si pemuda akan memberitahukan perasaannya kepada orangtua dan wali baptis sang gadis. Jika setuju, si pemuda membawa daun palma yang telah diberkati di gereja, lalu memberikan kepada gadis pujaannya. Bila gadis itu setuju, ia akan menerima daun palma, lalu mereka berdansa.

Brazil juga menggunakan janur–selain sawit–saat Minggu Palma. Namun, tanaman paling populer di “Negeri Samba” sepekan sebelum Paskah adalah bunga macela. Bunga itu hanya mekar saat Pekan Suci. Pada Minggu Palma, umat membawa bunga macela ke gereja untuk menerima berkat dari imam. Bunga ini juga digunakan sebagai ramuan karena diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Ranting Zaitun
Sejumlah umat Katolik di Italia memakai ranting pohon zaitun saat Minggu Palma. Orang Italia menganggap, pohon zaitun melambangkan kesucian dan kesehatan. Mereka percaya, dengan ranting zaitun, Yesus memberkati umat-Nya. Mirip seperti di Indonesia, dimana umat membawa pulang daun palma yang telah diberkati.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*