Artikel Terbaru

Kawin Kontrak

[wedbydan.blogspot.com]
Kawin Kontrak
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDalam Gereja Katolik, ada istilah kontrak perkawinan. Selain perkawinan yang normal, apakah Gereja Katolik membuka kemungkinan adanya perkawinan kontrak? Atau perkawinan siri?

Victor Arisandi, Semarang

Yang dimaksud dengan ”kontrak perkawinan” ialah kesepakatan antara kedua mempelai untuk menjadi suami istri (bdk KHK Kan 1055 #2). Kesepakatan ini juga bersifat yuridis karena itu disebut ”kontrak”. ”Gereja memandang kesepakatan para mempelai sebagai unsur yang mutlak perlu untuk perjanjian perkawinan. ’Perkawinan itu terjadi’ melalui penyampaian kesepakatan
(KHK Kan 1057 #1). Kalau kesepakatan tidak ada, perkawinan tidak jadi” (KGK 1626).

Untuk menghindari kesan bahwa perkawinan itu melulu masalah hukum dan untuk menegaskan sifat personal dan religiusnya, maka perkawinan Katolik disebut sebagai ”perjanjian” (covenant).Perjanjian di sini merujuk pada perjanjian (covenant) antara Allah dengan umat manusia, dan perjanjian antara Kristus dan Gereja-Nya. Pemberian diri dalam perjanjian tidak mengenal batas. Perjanjian mengandaikan keterlibatan penuh. Seperti halnya Allah setia tanpa syarat pada komitmen kasih, bahkan juga ketika manusia mengkhianati-
Nya, demikian pula suami atau istri seharusnya setia seperti Allah sendiri.

Jadi, dalam Gereja Katolik yang dimaksud dengan ”kontrak perkawinan” bukanlah ”perkawinan kontrak”. Gereja Katolik tidak mengenal perkawinan kontrak. Juga perkawinan siri tidak ada dalam Gereja Katolik. Sifat pemberian diri yang total dan sungguh-sungguh dari sebuah perkawinan Katolik, tidak memungkinkan adanya kedua macam perkawinan ini dalam Gereja Katolik.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*