Artikel Terbaru

St Hildegard von Bingen: Doktor Gereja dari Tepi Sungai Rhine

Santa Hildegard von Bingen. [heroinesofhistory.wikispaces.com]
St Hildegard von Bingen: Doktor Gereja dari Tepi Sungai Rhine
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Perempuan ini serba bisa: penulis, komposer, filsuf, teolog, dan mistikus. Abdis Benediktin ini mendirikan Biara Rupertsberg dan Eibingen. Gereja menggelarinya Doktor Gereja.

Kapan persisnya ia dilahirkan tak jelas; mungkin sekitar tahun 1098. Sejak kecil, puteri kesepuluh pasangan Hildebert-Mechtilde ini sakit-sakitan, terutama bermasalah pada kepalanya. Di lain sisi, ia dikaruniai rahmat ‘melihat masa depan’.

Pada usia tiga tahun, Hildegard melihat “Bayangan Cahaya Hidup”, tapi ia belum mengerti maknanya. Baru pada usia lima tahun, ia mulai paham karunia penglihatannya, yang ia sebut “visiun”.

Karena keistimewaannya, ia dipersembahakan pada Gereja oleh orangtuanya. Lalu, ia dekat dengan Sr Jutta, yang juga punya karunia penglihatan seperti dirinya. Sr Jutta ialah putri bangsawan Stephan II dari Sponheim. Sang suster pun menjadi tempat curahan hati sekaligus gurunya hingga dewasa. Ia mengajari Hildegard membaca dan menulis.

Hildegard menjelaskan anugerah “visiun” yang dimilikinya. Rahmat ini tak dapat ia jelaskan pada orang lain. Ia bisa melihat semua benda dalam cahaya Tuhan dengan pancainderanya. Sepanjang hidupnya, Hildegard sering mendapat visiun. Tahun 1141, ia menerima visiun yang diyakini sebagai perintah Tuhan: “Tulislah apa yang kau lihat dan dengar!” Setelah menahan diri selama hampir sepuluh tahun, akhirnya ia menuliskannya.

Ingin Mandiri
Dengan pendampingan Sr Jutta, Hildegard menjadi akrab dengan doa, meditasi, dan membaca Kitab Suci. Sambil melakukan pekerjaan tangan, mereka melakukan hal-hal itu. Hildegard juga belajar musik dalam asuhan guru musik yang datang teratur ke biara.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*