Artikel Terbaru

Double Income No Sex Syndrome

[wordplay.blogs.nytimes.com]
Double Income No Sex Syndrome
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comPengasuh yang baik, kami sudah 10 tahun berkeluarga dengan dua anak. Saya (36) dan suami (40) sama-sama bekerja. Sekitar tiga tahun ini keintiman seksual di antara kami berkurang. Bagi saya tak begitu masalah, tapi suami menganggapnya masalah. Hal ini pernah ia katakan sambil marah-marah. Anehnya, saat saya mood bermesraan, suami kurang berminat. Saat saya tidur, ia sering membuka situs porno. Mohon solusinya.

Em, di kota SL

Ibu Em, situasi yang Anda (dan suami) alami rupanya juga terjadi pada sebagian pasutri, terutama yang keduanya bekerja. Mengapa demikian? Ibu
mengatakan, ”itu tak begitu masalah”, tapi toh Ibu merasa sedih juga atas situasi ini.

Dalam kehidupan perkawinan perihal kuantitas (dan kualitas) keintiman seksual sering jadi masalah. Setidaknya, sebagian besar pasutri menganggapnya demikian. Delapan dari 10 pasutri yang saya tanya mengenai peranan aktivitas seksual menjawab, seks adalah komponen penting dari cinta. Lima dari pasutri ini sama-sama bekerja full-time.

Dua pasutri mengaku, mengalami situasi semakin berkurangnya frekuensi keintiman seksual. Situasi ini ditengarai banyak terjadi pada pasutri di masyarakat yang memprioritaskan ekonomi. Di Amerika, hal ini disebut ”Double Income No Sex Syndrome (DINS)”.

DINS seringkali menimbulkan ekses-ikutan dalam kehidupan perkawinan. Dua pasutri yang saya wawancarai mengaku, semakin berkurangnya keintiman seksual sering menimbulkan problem (ketegangan komunikasi, perasaan diabaikan, dan tak berharga di hadapan pasangan) meski tak terang-terangan diungkapkan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*