Artikel Terbaru

Letkol Ign W Jatmiko: Prajurit Nusantara Mengajar di Australia

Jatmiko (tengah) bersama para siswa di Australia.
[NN/Dok.Pribadi]
Letkol Ign W Jatmiko: Prajurit Nusantara Mengajar di Australia
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comIa memiliki segudang pengalaman sebagai anggota TNI AD. Kini, ia diutus sebagai peng ajar para perwira dari berbagai negara. Ia menjadi duta tentara Indonesia.

Saat menjalani pendidikan di SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah, Jatmiko kerap bersua dengan para taruna di Akademi Militer. Perjumpaan itu menerbitkan asa dalam benak Jatmiko untuk mengabdi sebagai prajurit negara. Asa itu kian mengkristal ketika ia lulus SMA Taruna Nusantara. Jatmiko melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer pada 1994. Setelah tiga tahun mengenyam pendidikan militer, Jatmiko memilih masuk ke Korps Artileri Pertahanan Udara (Arhanud). Korps ini memiliki tugas pokok memberi bantuan senjata sebagai pertahanan udara.

“Saya memilih Arhanud karena korps ini berhubungan dengan alat utama sistem pertahanan yang dibuat negara lain, maka kemungkinan berinteraksi maupun mengunjungi negara pembuat alutsista tersebut besar,” kata putra kedua dari tiga bersaudara ini.

Lulus Akademi Militer, Jatmiko langsung ditugaskan di Batalyon Arhanud Sedang 8 Kodam V Brawijaya. Ia bertugas mengamankan situasi Indonesia yang tidak menentu pasca era reformasi. Pada 2000, Jatmiko diutus turut mengamankan kerusuhan di kota Ambon, Maluku.

Setelah berjibaku di daerah konflik, Jatmiko mendapat tugas perutusan belajar S-2 di Australia. Tugas ini tantangan baru bagi Jatmiko, lantaran ia masih minim pengalaman. “Tugas ini sebenarnya untuk perwira senior. Selama enam bulan pertama di Australia, saya berada di kampus selama tujuh hari satu minggu. Rata-rata, saya menghabiskan waktu 15 jam setiap hari di sana,” kata Jatmiko mengenang saat awal berada di Negeri Kanguru.

Upaya Jatmiko berbuah. Ia mendapatkan Petro Fedorczenko Award. Penghargaan ini diberikan kepada siswa program studi Defence Studies dengan nilai kelulusan tertinggi. “Saya merasa ada campur tangan Tuhan, bukan karena kemampuan saya semata,” kata ayah dua anak ini. Lulus S-2, Jatmiko langsung mendapat tugas sebagai Kepala Urusan Seleksi Pendidikan Luar Negeri di Staf Personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Tak lama kemudian, ia dimutasi ke Pusat Kesenjataan Arhanud, satuan yang berfungsi sebagai pembina personel Arhanud TNI AD.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*