Artikel Terbaru

St Bonifasius: Menebang Pohon Dewa Thor

[flickriver.com]
St Bonifasius: Menebang Pohon Dewa Thor
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Ada kemiripan situasi yang dihadapi Santo Bonifasius di Geismar, Heese, Jerman dengan umat Paroki St Bonifasius Ubrub, salah satu paroki terpencil dari Keuskupan Jayapura.

Santo Bonifasius menghadapi umat yang memiliki tradisi pe nyembahan berhala di Geismar. Pada waktu itu, penduduk di sana mempunyai kebiasaan menyembah sebuah pohon Ek raksasa. Mereka yakin, pohon itu merupakan tempat bersemayam Dewa Thor, dewa guntur dan perang. Mereka percaya, orang yang tidak menghormati pohon tersebut berarti tidak menghormati Dewa Thor. Jika ini terjadi, Sang Dewa akan marah.

Bonifasius dengan berani menebang pohon itu. Orang-orang menjadi marah kepadanya. Saat Bonifasius menebang pohon itu, datang angin kencang yang menerjang pohon hingga patah menjadi empat bagian yang sama panjangnya. Ternyata apa yang dikhawatirkan orang-orang tidak terjadi. Akhirnya, mereka percaya pada ajaran yang diwartakan Bonifasius.

Sedangkan umat Paroki St Bonifasius Ubrub, Jayapura, menghadapi isu black magic yang mempengaruhi kehidupan menggereja dan memasyarakat. Orang di sana menyebutnya sinas. Hal ini diakui Uskup Jayapura, Mgr Leo Laba Lajar OFM. “Ya isu magichitam memang banyak (di sana).”

Mungkin situasi terisolasi dari tempat lain membuat isu seperti itu bisa berkembang dengan cepat. Paroki yang berada di perbatasan Papua dengan Papua Nugini ini dipenuhi hutan rimba, seperti halnya beberapa daerah lain di Papua.

Paroki Ubrub masuk Dekenat Keerom. Topografinya berupa dataran rendah yang rawan banjir, lereng-lereng pegunungan, kondisi tanah yang labil, dan mudah longsor. Umat Dekenat Keerom sangat heterogen yang diwarnai dengan adanya transmigran lokal maupun nasional, transmigran umum maupun transmigran khusus atau pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR).

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*